Askrindo Dorong Proteksi Bisnis UMKM, Jadi Kekuatan Menjaga Stabilitas Ekonomi Lokal
Askrindo berusaha untuk melindungi dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, salah satunya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
UMKM hingga kini masih menjadi kekuatan adaptif yang mampu menjaga stabilitas ekonomi lokal. Dengan kelebihan pada kelincahan dan ketepatannya dalam pendekatan dengan pasar, UMKM juga memiliki daya tahan sosial karena terkait erat dengan komunitas dan kehidupan sehari-hari masyarakat. Namun, kelebihan mereka seringkali tidak teriringi oleh perlindungan dan penjaminan usaha yang sedang berjalan.
Sebagai respons atas tantangan tersebut, Direktur Bisnis Askrindo Budhi Novianto menjelaskan, sebagai salah satu motor penggerak UMKM, pihaknya turut serta mendukung pembangunan ekonomi nasional terutama program pemerintah. Melalui Asuransi Mikro Usahaku, Askrindo berusaha untuk melindungi dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, salah satunya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
"Besarnya potensi UMKM di Indonesia, menjadi peluang bagi Askrindo dalam memproteksi bisnis UMKM dan juga bagian dari literasi asuransi kepada masyarakat. Pelaku UMKM saat ini perlu memiliki kesadaran terhadap asuransi dan memandang bahwa proteksi yang dimiliki dapat meminimalkan risiko untuk memproteksi keberlanjutan usaha," jelas Budhi dikutip di Jakarta, Jumat (26/9).
Askrindo Cabang Pontianak tidak hanya berperan sebagai penjamin kredit, tetapi juga sebagai mitra tumbuh yang berkomitmen mengakselerasi kemajuan UMKM Kalimantan Barat menuju level yang lebih tinggi.
Akselerasi untuk semakin dekat dengan pelaku UMKM , dilakukan salah satunya melalui Bazaar Astacita Kewirausahaan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah, yang diselenggarakan pada Rabu (24/9 yang bekerjasama dengan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kalimantan Barat.
Buat UMKM Lebih Tenang Jalankan Usaha
Pimpinan Askrindo Cabang Pontianak, Kharisma Ibrahim Risyad merasa antusias atas partisipasi pelaku UMKM dan dukungan seluruh instansi dalam kegiatan ini. Menurutnya, acara yang mendorong semangat kewirausahaan UMKM berdampak dalam mewujudkan ekosistem UMKM yang tidak hanya kuat secara ekonomi, tetapi juga memiliki posisi yang kuat di pasar.
"Untuk mewujudkannya, UMKM seharusnya punya perlindungan asuransi agar merasa lebih tenang dalam menjalankan usaha karena risiko kerugian dapat diminimalisir. Contohnya, UMKM yang menjalankan usaha dari rumah sangat rentan jika tempat tinggalnya rusak atau terbakar. Dalam situasi seperti itu, usaha mereka bisa langsung terhenti. Kami hadir untuk memastikan usaha mereka tetap bertahan," jelas Risyad.
Untuk memastikan kestabilan pelaku UMKM Kota Pontianak tetap bertahan, Askrindo melalui sebuah produk Asuransi Mikro Usahaku yang dirancang khusus, dengan menawarkan proteksi dengan premi yang luar biasa terjangkau untuk mengatasi risiko paling fundamental yang dihadapi UMKM.
Fokus utamanya adalah melindungi tempat usaha dan peserta dari musibah seperti kebakaran, sambaran petir, ledakan, kejatuhan pesawat terbang, kerusuhan, tertabrak kendaraan dan bencana alam.
Terhindar dari Risiko Merugikan
"Dengan Asuransi Mikro Usahaku, UMKM terhindar dari risiko yang merugikan. Askrindo memberikan santunan berupa pembiayaan khusus untuk perbaikan," tambah Risyad.
Dalam upaya merangkul ribuan UMKM yang tersebar di Kalbar, Askrindo jug berkolaborasi dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Dan Menengah UMKM Provinsi Kalimantan Barat. Melalui langkah ini, Askrindo membuktikan bahwa BUMN dapat memainkan peran strategis sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi kerakyatan dengan cara-cara yang inovatif dan berorientasi jangka panjang.
Berdasarkan data Dinas Koperasi UKM Provinsi Kalimantan Barat pada 2024, jumlah usaha di Kota Pontianak mencapai 4.056 jenis usaha yang terdiri dari usaha mikro, kecil, dan menengah. Atas potensi tersebut, Kota Pontianak terpilih sebagai kota potensial ke-15 yang masuk dalam jajaran program Kota Masa Depan dari Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).