AHY Apresiasi Penataan Kawasan Kumuh Sleman, Jadi Contoh Nasional
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyoroti keberhasilan penataan kawasan kumuh Sleman, khususnya di Mrican, sebagai model bagi kota-kota lain di Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan bahwa penataan kawasan kumuh di Mrican, Caturtunggal, Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dapat menjadi contoh inspiratif bagi kota-kota lain di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan AHY setelah meninjau langsung lokasi tersebut yang kini telah bertransformasi menjadi area yang bersih dan tertata rapi.
Kunjungan AHY ke Sleman, yang berlangsung pada Jumat (24/4) sore untuk meninjau Mrican dan dilanjutkan dengan pertemuan pada Sabtu (25/4) bersama Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, menyoroti upaya Pemerintah Kabupaten Sleman dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, AHY juga turut serta dalam kegiatan penanaman pohon di Koridor Hijau ruas Tol Prambanan-Purwomartani.
Revitalisasi kawasan Mrican seluas lima hektare di bantaran Sungai Gajahwong ini tidak hanya mengubah wajah area kumuh menjadi asri, tetapi juga berhasil menciptakan Ruang Terbuka Publik (RTP) "Gatotkaca" yang representatif. Keberhasilan ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam menyediakan fasilitas publik yang layak bagi warganya.
Transformasi Mrican: Kawasan Kumuh Menjadi Ruang Publik Asri
Agus Harimurti Yudhoyono secara langsung mengapresiasi penataan kawasan kumuh di Mrican yang kini telah menjadi sangat asri dan fungsional. Sebelum revitalisasi, area ini dikenal sebagai salah satu kawasan padat penduduk dengan kondisi lingkungan yang kurang memadai.
Transformasi ini mencakup pembangunan infrastruktur dasar, perbaikan sanitasi, serta penataan lansekap yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat. Kehadiran RTP "Gatotkaca" menjadi bukti nyata bahwa penataan kawasan kumuh Sleman dapat menghasilkan ruang interaksi sosial yang berkualitas bagi warga.
AHY juga secara khusus memberikan pujian terhadap konsep 3M yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Sleman, yaitu Mundur, Munggah, Madhep Kali. Konsep ini merupakan pendekatan inovatif dalam menata kawasan bantaran sungai, yang tidak hanya berfokus pada aspek fisik tetapi juga melibatkan edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
Inovasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Sleman
Selain meninjau penataan kawasan kumuh, AHY juga mengunjungi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Condongcatur. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung bagaimana pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat berjalan efektif dan memberikan dampak positif bagi lingkungan.
TPST Condongcatur menunjukkan kemampuan luar biasa dalam mengolah 8 hingga 10 ton sampah per hari. Sampah-sampah tersebut diolah menjadi berbagai produk bernilai, seperti Refuse Derived Fuel (RFD) yang dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif, pupuk organik, serta keperluan lainnya.
Model pengelolaan sampah yang diterapkan di TPST Condongcatur ini memperlihatkan potensi besar dalam mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA, sekaligus menciptakan nilai ekonomi dari limbah. Ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat dalam mendorong ekonomi sirkular dan keberlanjutan lingkungan.
Komitmen Pemkab Sleman untuk Peningkatan Kualitas Hidup Warga
Bupati Sleman Harda Kiswaya menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman dalam melanjutkan penataan kawasan kumuh menjadi ruang publik yang lebih fungsional dan bermanfaat bagi masyarakat. Pihaknya terus berupaya memperluas jangkauan penataan ini ke berbagai wilayah lain di Sleman.
Upaya perluasan penataan kawasan kumuh ini dilakukan melalui kolaborasi erat dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, sektor swasta, dan komunitas lokal. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan dapat mempercepat proses revitalisasi dan memastikan keberlanjutan program.
Dengan adanya penataan yang komprehensif dan berkelanjutan, Bupati Harda Kiswaya berharap kualitas hidup masyarakat Sleman dapat meningkat secara signifikan. "Dengan begitu harapannya kualitas hidup masyarakat meningkat, kesehatannya meningkat, dan lebih sejahtera," ujarnya, menekankan dampak positif dari program-program tersebut bagi kesejahteraan warga.
Sumber: AntaraNews