Wamendagri Puji Inovasi Kampung Iklim Kota Magelang, Jadi Percontohan Nasional
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengapresiasi Kampung Iklim di Kota Magelang atas inovasi pengelolaan lingkungan berkelanjutan dan peran aktif masyarakatnya, diharapkan menjadi model nasional.
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, memberikan pujian tinggi kepada Kampung Iklim Kategori Lestari di Kampung Jambon Gesikan, RW 05, Kelurahan Cacaban, Kota Magelang. Kunjungan ini dilakukan pada Kamis, 16 April 2026, untuk meninjau langsung praktik pengelolaan lingkungan yang inovatif. Bima Arya terkesan dengan kebersihan, kerapian, dan keasrian lingkungan yang terjaga baik oleh warga setempat.
Dalam kunjungannya, Bima Arya menyaksikan berbagai praktik ramah lingkungan, termasuk pengelolaan sampah organik menggunakan maggot dan proses pembuatan sabun cuci dari minyak jelantah. Inovasi ini menunjukkan komitmen warga dalam memanfaatkan limbah menjadi produk bernilai guna. Ia juga berdialog akrab dengan warga, menikmati hidangan tradisional yang disajikan.
Menurut Bima Arya, Kampung Iklim RW 05 Cacaban merupakan contoh terbaik penataan kawasan permukiman yang menerapkan prinsip ramah lingkungan dan berkelanjutan. Keberhasilan ini tidak lepas dari budaya masyarakat yang kuat serta dukungan aktif dari pemerintah daerah. Kehadiran program ini diharapkan dapat menginspirasi wilayah lain di Indonesia.
Inovasi Lingkungan Berkelanjutan di Kampung Iklim Kota Magelang
Kampung Iklim di Kota Magelang menunjukkan berbagai terobosan dalam pengelolaan lingkungan yang patut dicontoh. Salah satu inovasi yang menarik perhatian Wamendagri adalah pemanfaatan maggot untuk mengelola sampah organik. Praktik ini tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga menghasilkan produk olahan yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Selain maggot, warga Kampung Iklim juga berhasil menciptakan sabun cuci dari minyak goreng bekas atau jelantah. Inovasi ini mengubah limbah yang seringkali mencemari lingkungan menjadi produk kebersihan yang memiliki nilai ekonomis. Bima Arya secara khusus memuji kreativitas ini, menyebutnya sebagai langkah cerdas dalam daur ulang.
Pengelolaan lingkungan di kawasan ini telah berjalan secara menyeluruh, mencakup daur ulang sampah, keberadaan bank sampah, serta pengolahan sampah menjadi kompos. Seluruh upaya ini menunjukkan kesadaran tinggi masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Keberlanjutan program menjadi kunci utama kesuksesan Kampung Iklim ini.
Peran Aktif Komunitas dan Dukungan Pemerintah Daerah
Keberhasilan Kampung Iklim RW 05 Cacaban sangat didukung oleh budaya masyarakat yang telah terbangun kuat. Partisipasi aktif warga dalam setiap program lingkungan menjadi fondasi utama. Semangat gotong royong dan kesadaran kolektif terlihat jelas dalam setiap aktivitas pengelolaan lingkungan.
Peran aktif pemerintah daerah dan pengurus wilayah juga menjadi faktor krusial. Bima Arya menyoroti keterlibatan langsung Wali Kota Magelang dalam melakukan monitoring, memberikan semangat, dan motivasi kepada warga. Sistem yang dibangun oleh pengurus RW dan RT juga sangat efektif dalam menggerakkan program ini.
Selain itu, Bima Arya juga menyapa para siswa di Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar (SKB-SPNF) yang tengah praktik pengelolaan sampah. SKB-SPNF merupakan bagian dari program unggulan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Magelang bertajuk "Anak Merdeka". Program ini bertujuan merangkul Anak Tidak Sekolah (ATS), Anak Putus Sekolah (APS), hingga kelompok disabilitas agar mendapatkan hak pendidikan.
Model Percontohan dan Manfaat Sosial Berlipat Ganda
Bima Arya berharap Kampung Iklim ini dapat menjadi model percontohan yang dapat direplikasi di seluruh wilayah Kota Magelang. Dengan 192 RW di kota tersebut, diharapkan konsep serupa dapat diterapkan secara merata. Hal ini akan meningkatkan kualitas lingkungan secara keseluruhan, menciptakan kota yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Menutup kunjungannya, Bima Arya mencoba layanan Angkutan Jempol (Jemput Pelajar Kota Magelang), program angkutan umum gratis bagi pelajar. Program ini tidak hanya membantu pelajar menghemat biaya transportasi, tetapi juga memberikan peluang pendapatan bagi pengemudi angkutan umum. Ini adalah contoh sinergi program yang memberikan manfaat ganda bagi masyarakat.
Bima Arya naik angkot didampingi Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, berkeliling menyaksikan beberapa tempat strategis. Wali Kota Magelang menyampaikan rasa hormat atas kunjungan tersebut, yang menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas lingkungan dan pelayanan kepada masyarakat. Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah terhadap pembangunan berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews