Wali Kota Semarang Dorong Bank Sampah Semarang Jadi Garda Depan Pengelolaan Lingkungan

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti dorong Bank Sampah Semarang jadi garda depan pengelolaan lingkungan. Bank Sampah Alamanda buktikan sampah bisa jadi tabungan bernilai ekonomis.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Wali Kota Semarang Dorong Bank Sampah Semarang Jadi Garda Depan Pengelolaan Lingkungan
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menekankan pentingnya peran Bank Sampah sebagai garda terdepan dalam upaya pengendalian sampah di masyarakat, menyoroti keberhasilan Bank Sampah Alamanda. (AntaraNews)

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti secara tegas mendorong peran bank sampah sebagai garda terdepan dalam upaya pengendalian sampah. Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan di seluruh wilayah kota.

Dorongan tersebut disampaikan saat kegiatan "Temu Warga Lokal" di RW01 Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Di lokasi tersebut, Wali Kota menyoroti keberhasilan Bank Sampah Alamanda sebagai contoh nyata.

Bank sampah ini telah membuktikan bahwa konsistensi warga dalam memilah sampah sejak dari rumah mampu mengubah beban menjadi tabungan. Sistem pengelolaan sampah yang efektif ini memberikan manfaat ekonomis signifikan bagi masyarakat setempat.

Bank Sampah Alamanda menerapkan sistem pemilahan sampah berjenjang yang sangat efektif. Proses ini dimulai dari tingkat rumah tangga, di mana warga secara aktif memilah sampah mereka. Selanjutnya, sampah yang telah terpilah dikumpulkan di unit RT masing-masing untuk kemudian diolah lebih lanjut di bank sampah.

Di fasilitas Bank Sampah Alamanda, sampah anorganik dipilah kembali berdasarkan jenis dan nilai ekonomisnya. Sampah seperti plastik dan kertas dipisahkan dengan cermat sesuai kategori. Pemilahan ini memastikan bahwa setiap jenis sampah dapat dimanfaatkan secara optimal.

Hasil penjualan sampah yang telah terpilah kemudian dikonversi menjadi saldo tabungan bagi warga. Saldo ini tidak langsung dicairkan, melainkan dibagikan pada periode tertentu, seperti akhir tahun atau menjelang Lebaran. Model ini memberikan insentif ekonomi yang kuat bagi partisipasi masyarakat dalam program Bank Sampah Semarang.

Keberhasilan Bank Sampah Alamanda tidak lepas dari konsistensi dan semangat gotong royong warganya. Mereka secara aktif terlibat dalam setiap tahapan pengelolaan sampah, dari pemilahan hingga pengumpulan. Kepemimpinan warga setempat juga berperan penting dalam membangun sistem yang kuat ini.

Bank Sampah Alamanda telah menunjukkan prestasi gemilang dengan meraih predikat Juara I Lomba Proklim Tingkat Kota Semarang 2024. Puncaknya, mereka juga berhasil menyabet Penghargaan Proklim 2025 Kategori Utama dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Wali Kota Agustina Wilujeng Pramestuti berharap model sukses ini dapat direplikasi di ribuan RW lain di Semarang. Meskipun tidak harus sama persis, semangat pilah dari rumah, ketertiban, dan pengelolaan bersama harus dipertahankan. Pemerintah Kota Semarang berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan.

Dukungan ini bertujuan agar ekosistem bank sampah semakin merata dan berdaya di seluruh kota. Dengan demikian, persoalan lingkungan di Kota Semarang dapat tuntas secara berkelanjutan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi