3 Provinsi Ini Catat Kenaikan Inflasi, BPS Beberkan Alasannya
BPS mencatat inflasi di Aceh, Sumut, dan Sumbar pada Desember 2025 meningkat usai bencana hidrometeorologi yang mengganggu pasokan pangan.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sejumlah provinsi yang terdampak bencana hidrometeorologi mengalami peningkatan inflasi pada Desember 2025. Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, mencatat inflasi setelah sebulan sebelumnya mengalami deflasi.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menyampaikan bahwa kondisi tersebut terjadi seiring dampak lanjutan bencana hidrometeorologi yang melanda pada akhir November 2025.
“Tinjauan khusus inflasi di wilayah bencana hidrometeorologi yang pertama, untuk Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, ini mengalami inflasi di Desember setelah sebelumnya deflasi di November 2025,” kata Pudji dalam konferensi pers BPS, Senin (5/1).
Menurut BPS, ketiga wilayah tersebut masuk dalam kelompok provinsi dengan tingkat inflasi relatif tinggi secara nasional pada akhir 2025.
Gangguan distribusi dan pasokan komoditas menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga.
“Ketiga provinsi ini termasuk dalam kelompok provinsi dengan tingkat inflasi tinggi. Penyebab terjadinya inflasi di tiga wilayah tersebut dikarenakan kenaikan harga komoditas yang disebabkan efek bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025,” jelas Pudji.
Komoditas Pangan Jadi Pemicu Inflasi
BPS mencatat kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi di wilayah terdampak bencana.
Cuaca ekstrem menghambat produksi dan distribusi, sehingga pasokan sejumlah bahan pangan menurun.
Di Aceh, inflasi terutama dipicu kenaikan harga beras yang terdampak gangguan distribusi dari daerah sentra produksi akibat banjir dan cuaca buruk.
“Secara umum, komoditas kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi di wilayah tersebut, seperti di Aceh yang utamanya didorong oleh kenaikan harga beras,” ujar Pudji.
Sementara itu, inflasi di Sumatra Utara dipengaruhi kenaikan harga cabai rawit. Adapun di Sumatra Barat, bawang merah tercatat sebagai komoditas utama penyumbang inflasi.
“Di Sumatra Utara didorong oleh kenaikan harga cabai rawit, serta inflasi di Sumatera Barat yang utamanya didorong oleh bawang merah,” katanya.
Aceh Catat Inflasi Tertinggi Nasional
BPS juga mencatat bahwa pada Desember 2025 seluruh 38 provinsi di Indonesia mengalami inflasi secara bulanan. Tidak ada wilayah yang mencatat deflasi pada periode tersebut.
Secara nasional, Aceh mencatat inflasi tertinggi dengan angka 3,60 persen. Sebaliknya, Maluku Utara menjadi provinsi dengan inflasi terendah sebesar 0,05 persen.
“Jika dilihat sebaran inflasi bulanan menurut wilayah, maka secara bulanan seluruh provinsi mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Aceh, yaitu sebesar 3,60 persen. Dan inflasi terendah terjadi di Maluku Utara, yaitu sebesar 0,05 persen,” pungkas Pudji.