Tak Ada Takutnya Sama Allah, Ternyata para Penipu Banyak Beraksi di Mekkah Bahkan di Depan Kabah
Ini beberapa modus penipuan yang kerap terjadi di Kota Mekkah dan Madinah.
Kota Mekkah dan Madinah di Arab Saudi selama ini dikenal sebagai tanah suci. Julukan itu disematkan karena Allah SWT telah mengharamkan (menjadikan suci) kedua tempat tersebut hingga hari kiamat.
Umat Islam dari seluruh dunia berlomba-lomba untuk bisa datang dan beribadah di sana. Banyak jemaah haji dan umroh bahkan harus menabung bertahun-tahun untuk bisa berangkat ke tanah suci.
Kesempatan tersebut menjadi salah satu momen yang membahagiakan sekaligus mengharukan bagi seorang Muslim. Namun, di balik itu semua ternyata ada orang-orang yang justru mencari kesempatan untuk menipu para jemaah di tanah suci. Simak ulasannya:
Ada Penipu Beraksi di Tanah Suci
Meski merupakan tempat yang disucikan, ternyata masih ada sekelompok orang yang berani melakukan penipuan demi bisa mendapatkan uang. Biasanya para penipu ini menggunakan banyak modus dan cara untuk mengelebuhi para jemaah dari mancanegara.
Melalui unggahan di akun Tiktok @kalimasadatour.of, membagikan video berisi penjelasan mengenai kelompok-kelompok penipu yang harus diwaspadai para jemaah di tanah suci.
"Jangan kalian pikir semua orang yang ada di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi itu adalah orang-orang yang ingin beribadah. Karena di antara puluhan ribu jemaah itu ada mereka-mereka yang sedang berburu korban. Siapa mereka itu? Mereka adalah para scammer atau penipu," ungkap narasi video.
Joki Hajar Aswad
Kelompok penipu pertama biasanya banyak ditemukan di area Hajar Aswad. Mereka akan membantu para jemaah yang ingin mendekat dan mencium Hajar Aswad. Setelah berhasil, mereka tiba-tiba akan meminta bayaran yang fantastis.
"Pertama kelompok penipu di Hajar Aswad mereka berkelompok 3 sampai 5 orang. Harga (jasa) fantastis banget antara 500 sampai 1000 riyal," ungkap keterangan video.
Potong Rambut dan Foto
Selanjutnya, ada kelompok scammer yang mengincar jemaah yang hendak menyelesaikan proses Sa'i. Mereka menawarkan penyewaan gunting untuk tahallul atau memotong rambut dengan harga yang jauh lebih tinggi dari seharusnya.
Kemudian ada juga penipu yang menawarkan jasa foto di Jabal Rahmah. Biasanya, kelompok penipu ini juga lebih agresif. Mereka akan memaksa meminta bayaran yang tidak masuk akal untuk jasanya.
"Ketiga scammer Jabal Rahmah. Modusnya mereka mencari jemaah yang ingin berfoto dengan menawarkan bantuan. Memfoto satu kali dua kali setelah selesai mereka meminta bayaran tidak wajar," ungkap keterangan.
Taksi Gelap
Jika Anda terpaksa ingin menggunakan layanan taksi di tanah suci, usahakan untuk selalu bernegosiasi harga di awal. Sebab jika tidak, bisa saja Anda menjadi korban penipuan dan harus membayar biaya taksi berkali-kali lipat.
"Yang keempat adalah scammer taksi gelap. Nah teman-teman jangan pernah memakai taksi gelap sebelum deal (harga) di depan. Pastikan sebelum naik taksi Anda sudah negoisasi harganya. Kalau tidak pasti Anda akan membayar minimal dua kali lipat dari harga sesungguhnya," ungkap pria dalam video.
Penipu di Masjidil Haram dan Nabawi
Beberapa komplotan bahkan berani melakukan penipuan di area Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Salah satu modus yang dilakukan adalah dengan berpura-pura menjadi jemaah korban pencopetan.
Beberapa di antaranya juga mengaku sebagai pelajar yang kehabisan uang. Mereka akan mulai bercerita dan kemudian memelas untuk meminta bantuan sejumlah uang dengan embel-embel bersedekah.
"Terakhir ini adalah scammer di Masjidil Haram dan Nabawi. Modusnya mereka akan mendatangi jemaah saat kalian sedang duduk dengan santun mengucapkan salam mereka kebanyakan mengaku seorang pelajar yang kekurangan uang," ungkap keterangan.
"Ada juga suami istri yang masih pakaian ihram mereka mengaku habis kehilangan dompet, kecopetan, sehingga mereka meminta belas kasihan jemaah untuk bisa pulang ke negaranya atau sekadar untuk makan. Macam-macam, apapun mereka lakukan untuk mendapatkan uang," tambahnya.
Meski merupakan tempat yang disucikan, ternyata Kota Mekkah dan Madinah juga tak luput jadi lokasi kejahatan penipuan. Hal ini tentu menjadi pengingat bagi para jamaah agar lebih berhati-hati lagi saat menjalankan ibadah di tanah suci.