Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jambi menegaskan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) akan melaksanakan Badal Haji bagi calon jemaah yang meninggal dunia di Tanah Suci. Kepastian ini diberikan untuk menjamin kewajiban ibadah haji mereka yang belum tuntas. Program ini menjadi perhatian utama setelah beberapa insiden duka terjadi.
Kepala Kanwil Kemenhaj Jambi, Wahyudi, menyatakan bahwa ibadah haji almarhum akan dibadalkan oleh PPIH. Pemerintah sepenuhnya menanggung pelaksanaan ibadah haji bagi jemaah yang wafat sebelum menyelesaikan rukunnya. Ini merupakan bentuk tanggung jawab negara kepada warganya.
Hingga saat ini, tercatat tiga calon haji asal Jambi dikabarkan meninggal dunia selama pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Kejadian ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga serta menjadi fokus perhatian Kemenhaj Jambi. Penanganan Badal Haji menjadi sangat krusial dalam situasi ini.
Advertisement
Advertisement
Duka Tiga Calon Haji Asal Jambi di Tanah Suci
Duka menyelimuti rombongan haji asal Jambi dengan wafatnya tiga jemaah di Tanah Suci. Salah satunya adalah Nasrullah Ismail Sabri (54 tahun), yang dilaporkan meninggal dunia di Markaz 70 Mina pada Rabu, 27 Mei 2026, pukul 11.45 Waktu Arab Saudi (WAS). Almarhum merupakan jemaah yang tergabung dalam Kloter BTH-24 Embarkasi Batam, berasal dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Berdasarkan dokumen resmi Certificate of Death yang dikeluarkan oleh Misi Medis Haji Indonesia, penyebab langsung kematian almarhum adalah Acute Decompensated Heart Failure atau Gagal Jantung Dekompensasi Akut (Kode ICD-10: I50). Dokter Melly Suryani, yang memeriksa almarhum, menjelaskan bahwa kondisi kritis ini terjadi ketika jantung tiba-tiba kehilangan kemampuan untuk memompa darah secara efektif, sering kali memicu penumpukan cairan di paru-paru.
Sehari sebelumnya, kabar duka juga datang dari Khairusni Bilal Usman (67), calon haji asal Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Beliau yang tergabung dalam Kloter BTH-19 dilaporkan meninggal dunia di tenda pemondokan Arafah, Arab Saudi, pada Selasa, 26 Mei 2026, sekitar pukul 21.30 WAS, akibat serangan jantung. Almarhumah mengeluhkan lemas dan sesak napas sebelum tidak sadarkan diri saat bersama suaminya di dalam tenda maktab.
Advertisement
Sebelumnya, pada Sabtu (23/5) pukul 22.35 WAS, seorang jemaah haji asal Jambi lainnya, Asniyati Ahmad Bawari (52), meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) King Faisal, Makkah, Arab Saudi. Asniyati Ahmad Bawari berasal dari Kelompok Terbang (Kloter) BTH 24 asal Kabupaten Sarolangun, Jambi. Surat kematian yang dikeluarkan oleh Indonesian Medical Mission menyebutkan almarhumah meninggal dunia akibat syok kardiogenik, yaitu gagal pompa jantung.
Advertisement
Komitmen Kemenhaj Jambi dalam Pelaksanaan Badal Haji
Menyikapi wafatnya para jemaah, Kanwil Kemenhaj Jambi menegaskan komitmennya untuk memastikan Badal Haji terlaksana. Kepala Kanwil Kemenhaj Jambi, Wahyudi, menekankan bahwa program badal haji resmi pemerintah adalah solusi untuk memenuhi kewajiban ibadah bagi jemaah yang berpulang di Tanah Suci. Ini merupakan bentuk pelayanan prima dari pemerintah.
Pentingnya Badal Haji ini tidak hanya sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi juga memberikan ketenangan bagi keluarga jemaah yang ditinggalkan. PPIH bertanggung jawab penuh untuk memastikan proses badal ini dilakukan sesuai dengan syariat Islam dan prosedur yang telah ditetapkan. Hal ini menunjukkan keseriusan Kemenhaj dalam mengelola ibadah haji.
Pelaksanaan Badal Haji oleh PPIH ini mencerminkan kehadiran negara dalam melindungi hak-hak ibadah warganya, bahkan dalam kondisi duka sekalipun. Mekanisme dan koordinasi yang kuat antara Kemenhaj Jambi dan pihak terkait di Tanah Suci menjadi kunci kelancaran program ini. Dengan demikian, setiap jemaah haji asal Jambi yang wafat dapat dipastikan ibadahnya tetap tertunaikan.
Advertisement
Komitmen ini juga menjadi bagian dari upaya menyeluruh untuk meningkatkan kualitas pelayanan haji. Kemenhaj Jambi terus berupaya memberikan yang terbaik, termasuk dalam penanganan situasi darurat dan duka, agar seluruh jemaah merasa aman dan tenang selama menunaikan ibadah di Tanah Suci.
Sumber: AntaraNews