Rieke 'Oneng' Soroti Keras Dugaan Data Bansos Fiktif: Selamat ada yang Gemeteran
Rieke mengungkap data mencengangkan terkait jumlah penerima bansos fiktif yang menyebabkan potensi kerugian negara mencapai ratusan triliun.
Anggota DPR RI sekaligus selebritis tanah air, Rieke Diah Pitaloka, menyoroti dugaan penyimpangan dalam penyaluran bantuan sosial (bansos). Dalam unggahan di media sosial pribadinya @riekediahp.
Rieke mengungkap data mencengangkan terkait jumlah penerima bansos fiktif yang menyebabkan potensi kerugian negara mencapai ratusan triliun rupiah per tahun.
Mengutip data yang disebut bersumber dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rieke menyebut bahwa pada tahun 2022, tercatat sekitar 52,5 juta data penerima bansos diduga fiktif, dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp126 triliun per tahun.
"Tahun 2025, data bansos fiktif turun jadi 10 juta. Tapi pertanyaannya: selama ini ke mana duit negara ratusan triliun itu larinya?" tulis Rieke dalam unggahannya, seperti dikutip merdeka.com,Selasa (5/8).
Sambil menandai akun resmi Presiden Prabowo dan mengajak publik untuk mendukung pemberantasan mafia data bansos.
"Dukung Presiden @prabowo #SikatPeternakDataBansosFiktif," ujarnya.
Tak hanya itu, Rieke juga mengungkap adanya indikasi dana bansos yang 'diendapkan' di ribuan rekening dormant milik instansi pemerintah dan bendahara pengeluaran negara.
Ia menyebut terdapat sekitar 2.000 rekening dormant yang patut dicurigai.
"Dengar-dengar sih data fiktif ada peternaknya. Dengar-dengar sih indikasi ratusan triliun dana bansos "diendapkan" di rekening dormant punya instansi pemerintah dan bendahara pengeluaran negara, buat sementara aja jumlahnya ada sekitar 2000 rekening ... wow bjirr ngga tuh," tulisnya.
"Kalau penerimanya fiktif, pasti uangnya juga nggak sampai. Nah, siapa yang menikmati?" tulisnya lagi, sembari meminta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk membuka informasi terkait rekening-rekening mencurigakan itu.
"Punya siapa aja yah kira-kira?? #Spill dong @ppatk_indonesia dormant di instansi pemerintah🤪 semangaat bestyyy di @ppatk_indonesia," tulisnya dia.
Rieke menegaskan bahwa dirinya akan terus mengawal isu ini di parlemen dan mendorong investigasi tuntas terhadap dugaan data bansos fiktif.
"Selamat ada yang gemeter. Bantu share dan doakan aku ya, besty," ungkapnya.
Atas unggah politisi partai PDI-P ini mendapar respons dari warganet untuk membongkarnya.
“Mantap bu, kulitin semua😍🔥,” tulis akun @mhansur_riady.
“YaAllah, bukannya cepet2 disalurkan malah disimpan, sedangkan masyarakat masih banyak yang butuh. Siap bantu salurkan lewat @foodtruckgratis 🙌🏻🇮🇩✨,” timpal akun@rezkanabillian
“🔥🔥🔥 semangat, semoga di dengar suara RAKYAT. Jangan hanya mendengarkan suara maling duit Rakyat aja yang di dengar. 🔥🔥🔥🔥,” timpal akun @andri_seriawan_moop.
Diketahui, PPATK menemukan dana bansos sebesar Rp2,1 triliun yang mengendap di 10 juta rekening bank penerima yang sudah lama tidak digunakan alias dormant.
Selain itu, PPATK juga menemukan penyalahgunaan rekening dormant lainnya, berdasarkan hasil analisis ataupun hasil pemeriksaan sejak 2020. Di antaranya, lebih dari 1 juta rekening diduga terkait dengan tindak pidana. Dari 1 juta rekening tersebut, lebih dari 150 ribu rekening adalah nominee.
Sebagai informasi, rekening nominee adalah rekening yang diperoleh dari aktivitas jual beli rekening atau peretasan. Rekening itu selanjutnya digunakan untuk menampung dana dari hasil tindak pidana, yang kemudian menjadi tidak aktif atau dormant.
PPATK juga menemukan 2.000 rekening milik instansi pemerintah dan bendahara pengeluaran yang dinyatakan dormant, dengan total dana mencapai Rp500 miliar.
Selain itu, ditemukan juga lebih dari 140 ribu rekening dormant yang tidak aktif, bahkan lebih dari 10 tahun yang nilainya mencapai Rp428,61 miliar.