Rieke 'Oneng' Kritik Menteri Budi Arie saat Rapat DPR, Singgung Presiden Prabowo hingga Bung Hatta
Rieke Diah Pitaloka bicara keras tentang roadmap koperasi kepada Menteri Koperasi.
Anggota DPR, Rieke Diah Pitaloka, mengikuti Rapat Kerja Komisi VI DPR RI bersama dengan Kementerian Koperasi pada Rabu (9/7) kemarin. Di sana, Rieke mengomentari Menteri Koperasi untuk segera menyusun roadmap.
Menurut Rieke, roadmap koperasi yang tepat sasaran dan terintegrasi adalah program yang sangat penting dan wajib untuk direalisasikan. Hal itu sesuai dengan asta cita nomor 6 dari Presiden Prabowo yaitu membangun desa dari bawah.
Lantas, bagaimana momen saat Rieke menyampaikan usulannya tersebut terhadap Menteri Koperasi, Budie Arie? Simak ulasan lengkapnya sebagai berikut.
Kritik Rieke kepada Kementerian Koperasi
Momen itu diunggah dalam sebuah video di akun Instagram @riekediahp. Dalam video tersebut, Rieke Diah Pitaloka terlebih dahulu memuji pencapaian Kementerian Koperasi yang telah membangun Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) hingga mencapai 80 persen lebih di seluruh desa dan kelurahan.
Namun, apresiasi itu bukanlah apa-apa. Sebab, menurut Rieke, pencapaian itu masih berupa hal teknis yang belum masuk ke ranah substansi yang dianggap jauh lebih penting.
“Untuk pencapaian ini saya ucapkan selamat. Tapi apa saya harus bilang wow gitu? Menurut saya ini baru permukaan dan sangat teknis. Ini belum masuk ke dalam substansi,” ucap Rieke.
Kritik Rieke memiliki dasar yaitu asta cita nomor 6 dari Presiden Prabowo, yaitu melakukan pembangunan dari desa dan dari bawah demi ekonomi yang lebih merata dan memberantas kemiskinan.
“Saya berpegang asta cita nomor 6 bahwa membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan. Dan instrumennya yang dikatakan oleh presiden adalah melalui koperasi,” lanjut Rieke.
Saran untuk Membuat Roadmap
Rieke menyarankan kepada Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi, untuk membangun roadmap koperasi. Sebab, Kementerian Koperasi, menurut Rieke, wajib menjalankan mandat konstitusi sesuai dengan amanat yang terkandung di dalamnya.
“Syarat pentingnya adalah segera menyusun peta jalan (roadmap) terencana, terukur, tepat sasaran dan terintegrasi,” kata Rieke.
Ia merujuk pada cita-cita besar Muhammad Hatta dan Margono Djoyohadikusumo perihal spirit koperasi Indonesia. Koperasi bagi para pendiri bangsa bukanlah hanya soal teknis dan administrasi. Tapi juga terdapat harapan dan cita-cita untuk Indonesia yang lebih makmur.
“Dan ini membuat saya berpikir bahwa cita-cita Presiden Prabowo tentulah sebetulnya ingin apa yang telah digoreskan oleh kakeknya, bersama Bung Hatta, sebagai bapak koperasi, itu kali ini di dalam masa pemerintahannya bisa berjalan secara efektif, efisien, begitu,” lanjutnya.
Adapun beberapa rekomendasi yang ditawarkan oleh Rieke kepada Menteri Koperasi adalah sebagai berikut:
1. Peta jalan KDMP dalam model Tripola Kebijakan Koperasi;
2. Kementerian Koperasi mengadakan simposium penyusunan Peta Jalan "Tripola" KDMP dan Data Desa/Kelurahan Presisi sebagai data dasar KDMP; dan
3. Kementerian Koperasi masuk klasifikasi Kementerian Negara Kelompok II mengingat mandatori konstitusi.