Potret Miris Anak-Anak Palestina di Gaza 'Tinggal Tulang' Akibat Kelaparan yang Diciptakan Israel
Potret sedih anak-anak di Gaza alami gizi buruk akibat blokade bantuan kemanusiaan yang dilakukan Israel.
Kasus gizi buruk menjadi masalah lanjutan yang harus dihadapi anak-anak di Palestina khususnya wilayah Jalur Gaza. Agresi militer berdampak pada arus pengiriman bantuan kemanusiaan karena dipersulit oleh Israel.
Melalui cuitan di akun X @warfareanalysis, membagikan potret beberapa anak-anak di Gaza yang menderita kelaparan hingga tubuhnya sangat kurus. Salah satunya seperti dialami seorang anak bernama Muhammad Haniyeh dari kamp pengungsi Al-Bureij di Gaza tengah.
"Anak Muhammad Haniyeh dari kamp pengungsi Al-Bureij di Gaza tengah menderita kekurangan gizi parah, satu dari ribuan anak yang menghadapi kelaparan di bawah #GazaForcedFamine," tulis keterangan unggahan.
Di postingan lain, menunjukkan potret pilu beberapa anak yang tubuhnya tampak hanya tersisa tulang karena menderita gizi buruk akut. Kelaparan saat ini menjadi hal berat lainnya yang harus dihadapi warga Palestina.
Dalam video yang dibagikan, merekam momen pilu saat anak-anak di Gaza harus berdesakan dan berebut makanan seadanya demi bisa bertahan hidup dan terhindar dari kelaparan.
"Selama hampir 60 hari tidak ada sepotong roti atau setetes air minum bersih pun yang masuk ke Gaza. Kelaparan sekali lagi digunakan sebagai senjata melawan rakyat Palestina," tulis keterangan.
Israel Blokir Akses Bantuan
Diketahui, pada bulan Juli 2024 lalu, lebih dari dari 495 ribu orang di Gaza menghadapi kelaparan akut. Jumlah itu lebih dari satu perlima dari total populasi Gaza. Selain karena agresi militer, kelaparan terjadi akibat Israel membatasi akses bantuan yang masuk ke wilayah Palestina.
Bahkan setelah kesepakatan gencatan senjata pada 19 Januari 2025 lalu, Israel masih kerap memblokir bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. Pemblokiran bantuan terjadi saat negosiasi tahap kedua kesepakatan gencatan senjata dan pelepasan sandera antara Israel dan Hamas tersendat.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan tindakan memblokir bantuan dimaksudkan untuk memaksa Hamas melanjutkan perjanjian gencatan senjata yang ada. Namun, nyatanya hal itu justru ramai dianggap sebagai alibi. Kelaparan disebut sebagai senjata lain bagi Israel melawan rakyat Palestina.
Pemerintah Gaza mengeluarkan peringatan pada Jumat (25/4) bahwa warga Palestina di daerah kantong yang terkepung itu di ambang kematian massal akibat kelaparan yang meluas, karena blokade bantuan Israel selama hampir dua bulan.
"Kami memperingatkan tentang bencana kemanusiaan yang memburuk di Gaza saat pengepungan dan penutupan penyeberangan oleh Israel memasuki hari ke-55, yang menyebabkan meluasnya kelaparan dan membahayakan nyawa lebih dari 2,4 juta orang," seperti dilansir Anadolu.
Ditambahkan bahwa lebih dari 60.000 anak dilaporkan menderita kekurangan gizi akut, sementara lebih dari satu juta anak menghadapi kelaparan setiap hari.