Anak-anak Palestina antri mendapatkan makanan di kamp pengungsi Nuseirat di Jalur Gaza bagian tengah, Sabtu (12/04/2025). (AFP/ Eyad BABA)
ADVERTISEMENT
Anak-anak Palestina antri menerima jatah makanan gratis di kamp pengungsi Nuseirat di Jalur Gaza bagian tengah, Sabtu (12/04/2025). Paska Israel memberlakukan blokade penuh di wilayah Palestina pada 2 Maret 2025 lalu, dan memutuskan aliran listrik ke pabrik desalinasi air bersih menyebabkan ribuan warga Palestina saat ini mengalami kirisis air bersih dan makanan.
Anak-anak di Jalur Gaza kini menghadapi kondisi kesehatan yang sangat memprihatinkan di tengah aksi genosida yang masih terus dilakukan pihak Israel. Blokade ketat pihak zionis menghalangi masuknya bantuan kemanusiaan dan pasokan medis. Lembaga PBB untuk Anak-anak (UNICEF) mengingatkan bahwa sekitar satu juta anak di Gaza kin terancam kelaparan dan kekurangan gizi akut.
Anak-anak Palestina antri mendapatkan makanan di kamp pengungsi Nuseirat di Jalur Gaza bagian tengah, Sabtu (12/04/2025). AFP/ Eyad BABAAnak-anak Palestina antri mendapatkan makanan di kamp pengungsi Nuseirat di Jalur Gaza bagian tengah, Sabtu (12/04/2025). AFP/ Eyad BABAAnak-anak Palestina antri mendapatkan makanan di kamp pengungsi Nuseirat di Jalur Gaza bagian tengah, Sabtu (12/04/2025). AFP/ Eyad BABAAnak-anak Palestina antri mendapatkan makanan di kamp pengungsi Nuseirat di Jalur Gaza bagian tengah, Sabtu (12/04/2025). AFP/ Eyad BABAAnak-anak Palestina antri mendapatkan makanan di kamp pengungsi Nuseirat di Jalur Gaza bagian tengah, Sabtu (12/04/2025). AFP/ Eyad BABAAnak-anak Palestina antri mendapatkan makanan di kamp pengungsi Nuseirat di Jalur Gaza bagian tengah, Sabtu (12/04/2025). AFP/ Eyad BABAAnak-anak Palestina antri mendapatkan makanan di kamp pengungsi Nuseirat di Jalur Gaza bagian tengah, Sabtu (12/04/2025). AFP/ Eyad BABAAnak-anak Palestina antri mendapatkan makanan di kamp pengungsi Nuseirat di Jalur Gaza bagian tengah, Sabtu (12/04/2025). AFP/ Eyad BABA
Sedikitnya 58 warga Palestina telah meninggal karena kekurangan gizi, sementara 242 lainnya kehilangan nyawa akibat kekurangan makanan dan obat-obatan.