Petugas melayani warga yang membuang sampah organik pada gerobak listrik Komling (kompos keliling) di Rt 11/ 07, Gandarai Utara, Jakarta, Minggu (28/06/2026). (merdeka.com/ arie basuki)
ADVERTISEMENT
Petugas melayani warga yang membuang sampah organik ke gerobak listrik KomLing (Kompos Keliling) di RT 11 RW 07, Gandaria Utara, Jakarta, Minggu (28/6/2026).
KomLing merupakan layanan penjemputan sampah organik menggunakan gerobak listrik yang diterapkan untuk memudahkan warga mengelola limbah rumah tangga. Melalui sistem jemput bola tersebut, sampah dapur seperti sisa makanan dan sayuran tidak lagi berakhir di tempat pembuangan sampah, melainkan diolah menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan kembali.
Program ini dikembangkan sebagai upaya mengurangi volume sampah sejak dari sumbernya, yakni rumah tangga. Pengelolaan sampah organik dilakukan dengan cara mengumpulkan limbah dapur yang kemudian diproses menjadi kompos untuk mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.
Penerapan layanan tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memilah sampah organik sejak dari rumah. Selain mempermudah proses pembuangan sampah, sistem penjemputan langsung dinilai mampu mendorong tumbuhnya kesadaran warga terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.
Petugas berkeliling melayani warga yang membuang sampah organik pada gerobak listrik Komling (kompos keliling) di Rt 11/ 07, Gandarai Utara, Jakarta, Minggu (28/06/2026). merdeka.com/ arie basukiPetugas melayani warga yang membuang sampah organik pada gerobak listrik Komling (kompos keliling) di Rt 11/ 07, Gandarai Utara, Jakarta, Minggu (28/06/2026). merdeka.com/ arie basukiPetugas melayani warga yang membuang sampah organik pada gerobak listrik Komling (kompos keliling) di Rt 11/ 07, Gandarai Utara, Jakarta, Minggu (28/06/2026). merdeka.com/ arie basukiPetugas melayani warga yang membuang sampah organik pada gerobak listrik Komling (kompos keliling) di Rt 11/ 07, Gandarai Utara, Jakarta, Minggu (28/06/2026). merdeka.com/ arie basukiWarga menanam tanaman hias dengan menggunkan kompos Komling (kompos keliling) di Rt 11/ 07, Gandarai Utara, Jakarta, Minggu (28/06/2026). merdeka.com/ arie basukiPetugas berkeliling melayani warga yang membuang sampah organik pada gerobak listrik Komling (kompos keliling) di Rt 11/ 07, Gandarai Utara, Jakarta, Minggu (28/06/2026). merdeka.com/ arie basuki
Inisiatif pengelolaan sampah di Jakarta membuktikan bahwa limbah memiliki nilai ekonomi. Simak kisah inspiratif warga yang mengubah sampah menjadi rupiah dan berkontribusi pada lingkungan.
Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram menguji coba sistem 'tempah dedoro' untuk Pengolahan Sampah Organik Mataram, berhasil mengurangi volume sampah secara signifikan dan berpotensi menjadi solusi ramah lingkungan.