Petugas kepolisian saat menangkap pengunjuk rasa di depan Gedung Grahadi Surabaya, Jumat malam (26/06/2026). (AFP/ Juni Kriswanto)
ADVERTISEMENT
Aksi bertajuk "Warga Surabaya Turun ke Jalan" di depan Gedung Grahadi, Surabaya, Jumat malam (26/6/2026), yang semula berlangsung tertib berubah ricuh setelah diduga dipicu oleh sekelompok orang tidak dikenal.
Massa yang didominasi mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi, mengkritisi pengeluaran pemerintah yang dinilai tidak efisien, menolak keterlibatan militer dalam urusan sipil, serta mengevaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Aksi diawali dengan penyampaian orasi dan dilanjutkan long march di kawasan pusat Kota Surabaya.Situasi memanas ketika terjadi pelemparan batu dan petasan ke arah kompleks Grahadi hingga mengakibatkan kerusakan pada pagar sisi timur gedung. Aparat kepolisian yang melakukan pengamanan beberapa kali mengimbau massa untuk tetap tertib sebelum akhirnya menggiring massa ke arah Balai Pemuda guna membubarkan aksi.
Dalam penanganan insiden tersebut, belasan orang diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Mahasiswa saat melakukan unjuk rasa di depan Gedung Grahadi Surabaya, Jumat malam (26/06/2026). AFP/ Juni KriswantoMahasiswa saat melakukan unjuk rasa di depan Gedung Grahadi Surabaya, Jumat malam (26/06/2026). AFP/ Juni KriswantoSeorang mahasiswa melempar batu ke arah polisi anti huru hara saat protes terhadap kenaikan harga bahan bakar non-subsidi, pengeluaran pemerintah yang tidak efisien, keterlibatan militer dalam urusan sipil, dan program makan siang gratis (MBG) pemerintah di depan Gedung Grahadi Surabaya, Jumat malam (26/06/2026). AFP/ Juni KriswantoMahasiswa melempar batu ke arah polisi anti huru hara saat protes terhadap kenaikan harga bahan bakar non-subsidi, pengeluaran pemerintah yang tidak efisien, keterlibatan militer dalam urusan sipil, dan program makan siang gratis (MBG) pemerintah di depan Gedung Grahadi Surabaya, Jumat malam (26/06/2026). AFP/ Juni KriswantoPetugas kepolisian saat membubarkan aksi mahasiswa di depan Gedung Grahadi Surabaya, Jumat malam (26/06/2026). AFP/ Juni KriswantoPetugas kepolisian saat menangkap pengunjuk rasa di depan Gedung Grahadi Surabaya, Jumat malam (26/06/2026). AFP/ Juni KriswantoPetugas kepolisian saat menangkap pengunjuk rasa di depan Gedung Grahadi Surabaya, Jumat malam (26/06/2026). AFP/ Juni Kriswanto
Kapolrestabes Surabaya temui massa Aksi Solidaritas Mahasiswa Surabaya yang menuntut pembebasan rekan mereka. Bagaimana situasi terkini dan apa yang terjadi setelah imbauan pembubaran?
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menanggapi kericuhan unjuk rasa DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, menjanjikan introspeksi dan menghormati hak berpendapat. Simak detailnya!
Kepolisian yang berjaga langsung maju dari arah Kemenpora, menembakkan gas air mata berkali-kali. Massa yang kebanyakan pelajar panik, berhamburan ke arah Jalan
Saling dorong yang terjadi membuat pagar balai kota akhirnya jebol. Sebagian massa tampak masuk ke kompleks balai kota. CCTV, tanaman dan paving block dirusak.