Adu Taktik Kroasia vs Ghana: Siapa Lebih Sabar Raih Tiket 32 Besar?
Pertarungan sengit Kroasia vs Ghana di Philadelphia Stadium akan menentukan nasib kedua tim menuju babak 32 besar, dengan adu taktik sabar menyerang dan bertahan.
Pertandingan krusial antara Kroasia dan Ghana akan tersaji di Philadelphia Stadium, Amerika Serikat, pada Sabtu (27/6) pukul 24.00 WIB. Laga ini menjadi penentu langkah kedua tim untuk melaju ke babak 32 besar Piala Dunia. Satu poin saja sudah cukup bagi Kroasia maupun Ghana untuk mengamankan posisi, baik sebagai runner-up grup atau salah satu peringkat ketiga terbaik.
Meskipun demikian, kedua tim memiliki alasan kuat untuk tidak hanya bermain aman dan mengincar hasil imbang. Inggris, yang berada di Grup L, memiliki peluang besar mengalahkan Panama, sehingga persaingan untuk posisi terbaik menjadi sangat ketat. Lolos sebagai runner-up atau peringkat ketiga terbaik berpotensi mempertemukan mereka dengan raksasa seperti Portugal atau Kolombia di babak gugur.
Oleh karena itu, pertandingan Kroasia vs Ghana ini diprediksi tidak akan berlangsung monoton, melainkan menjadi adu taktik yang menarik. Kroasia kemungkinan besar akan tampil menyerang, sementara Ghana tampaknya lebih condong memilih pendekatan hati-hati dan mengandalkan pertahanan solid.
Strategi Bertahan Solid Ghana
Ghana, yang dijuluki Black Stars, telah menunjukkan pendekatan yang sangat hati-hati dalam turnamen ini. Saat menghadapi Inggris, mereka menerapkan strategi negative football, fokus pada pertahanan untuk meredam serangan lawan. Dengan koleksi empat poin, peluang lolos ke fase gugur praktis sudah berada dalam genggaman mereka.
Di bawah asuhan pelatih Carlos Queiroz, Ghana membangun sistem pertahanan yang sangat kuat dan terstruktur. Mereka menjadi salah satu dari empat tim di Piala Dunia 2026 yang belum pernah kebobolan, bersama Meksiko, Spanyol, dan Argentina. Namun, berbeda dengan tim lain, performa impresif ini didapat berkat strategi bertahan total dengan menumpuk pemain di lini belakang.
Queiroz terlihat lebih menekankan hasil akhir ketimbang dominasi penguasaan bola, karena penguasaan bola bukanlah jaminan kemenangan. Mantan asisten pelatih Manchester United ini menginstruksikan timnya untuk fokus membatasi ruang gerak lawan, melakukan pressing yang terkoordinasi, serta cermat mengeksekusi serangan balik yang efisien.
Sistem pertahanan Ghana yang sulit ditembus ini telah terbukti efektif saat mereka menghadapi Inggris dan Panama. Kroasia harus menemukan cara untuk membongkar tembok pertahanan Black Stars jika ingin meraih kemenangan.
Agresivitas Serangan Kroasia
Sebaliknya, Kroasia lebih berpeluang tampil menyerang demi memburu kemenangan penuh dalam laga Kroasia vs Ghana ini. Bermain aman justru bisa menjadi bumerang, terutama jika Ghana mampu mencetak gol lebih dulu, mengingat sulitnya membobol gawang Black Stars.
Pasukan Zlatko Dalic dikenal dengan gaya bermain menyerang dan mendominasi penguasaan bola. Dalam dua pertandingan sebelumnya, Kroasia unggul dalam banyak aspek statistik dibandingkan Ghana. Mereka memiliki rata-rata penguasaan bola 52 persen, jauh di atas Ghana yang hanya 29,5 persen.
Kroasia juga lebih aktif dalam menciptakan peluang, dengan total 16 peluang dan 7 di antaranya tepat sasaran, berbanding 9 peluang dan 2 on target milik Ghana. Dalic, pelatih yang menekankan penguasaan bola dan peran bek sayap dalam serangan, tidak terpaku pada satu pola kaku. Ia bisa memasang tiga bek dan tiga penyerang dalam sistem 3-4-3, atau satu ujung tombak dalam pola 4-2-3-1.
Untuk menghadapi Ghana, Dalic tampaknya condong memakai kembali formula 4-2-3-1 yang sukses membawa kemenangan saat melawan Panama. Dengan bermain menyerang dan mendominasi, Kroasia memegang momentum dan tidak menyerahkan nasibnya kepada pihak lain.
Peran Vital Luka Modric dan Taktik Balasan Ghana
Dalam sistem 4-2-3-1, duet Luka Modric dan Mateo Kovacic akan menjadi jangkar ganda permainan Kroasia. Sistem ini tidak hanya menghidupkan kembali permainan Modric yang sempat kesulitan saat menghadapi Inggris, tetapi juga membuat Kroasia mendikte permainan kala melawan Panama.
Modric adalah bintang Kroasia saat mengalahkan Panama, melepaskan 79 umpan atau 15 persen dari total umpan Kroasia, memaksa lawan melakukan 13 kali salah umpan, dan menuntaskan 22 umpan antarlini. Jika sistem lima gelandang ini kembali dipakai, Modric akan menjadi figur sentral dalam pertandingan Kroasia vs Ghana.
Carlos Queiroz tentu tidak akan tinggal diam menghadapi superioritas lini tengah Kroasia. Dia kemungkinan akan menempatkan empat gelandang dan lima bek, seperti yang dilakukan saat menghadapi Inggris. Gelandang bertahan muda Caleb Yirenkyi, pencetak gol kemenangan ke gawang Panama, kemungkinan ditempatkan sejajar dengan empat bek Black Stars yang dipimpin Jerome Opoku.
Ghana akan mengandalkan kedua sayapnya untuk menusuk pertahanan Kroasia, dengan Antoine Semenyo di kanan, serta Kamaldeen Sulemana atau Brandon Thomas Asante di kiri. Asante, yang memberikan assist penting saat mengalahkan Panama, kemungkinan akan bermain lebih awal. Sementara itu, Inaki Williams atau Jordan Ayew bisa berperan sebagai ujung tombak serangan balik.
Pada akhirnya, adu taktik, keterampilan, dan fisik dalam laga Kroasia vs Ghana ini kemungkinan akan ditentukan oleh siapa yang paling sabar. Jika Kroasia sabar untuk terus mencoba membobol gawang, kemenangan kedua akan menjadi milik mereka. Sebaliknya, kemenangan kedua menjadi milik Ghana jika Black Stars tetap sabar menahan gempuran dan menantikan kesempatan melancarkan serangan.
Sumber: AntaraNews