Momen Donald Trump Marah saat Jumpa Pers, Sampai Sebut Wartawan Kasar & Mengerikan
Presiden AS Donald Trump marahi wartawan dan menyebutnya sebagai seseorang yang kasar.
Video merekam momen Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump marah kepada seorang wartawan saat melakukan jumpa pers, dibagikan dalam unggahan di akun TIktok @trumpwatch240.
Pada kesempatan tersebut, Trump menyebut seorang wartawan CNN, Jim Acosta, sebagai seseorang yang 'kasar dan mengerikan'. Keduanya bahkan sempat terlibat adu mulut selama beberapa saat.
Jim Acosta awalnya mempertanyakan soal karavan kaum migran dari Amerika Tengah yang menuju ke AS. Kemudian, seorang staf perempuan di Gedung Putih sempat berusaha mengambil mikrofon yang digunakan Acosta saat Trump memberikan isyarat enggan menjawab lagi pernyataan wartawan tersebut. .
"Saya menganggapnya sebagai invasi. Seperti yang Anda ketahui, Pak Presiden, karavan itu bukanlah invasi. Mengapa Anda menyebutnya demikian? Tetapi apakah Anda pikir Anda menjelek-jelekkan imigran?," kata Jim dalam video.
Setelah menjawab pertanyaan Acosta dengan singkat, Trump lalu meminta jurnalis tersebut untuk menaruh mikrofon yang dipegang. Dia tampak marah dan menyebut Acosta sebagai seseorang yang sangat kasar dan buruk dalam memperlakukan orang lain.
"Sejujurnya saya pikir Anda harus membiarkan saya menjalankan negara ini. Dan anda yang menjalankan CNN. Dan jika Anda melakukannya dengan baik, rating Anda akan jauh lebih baik. Maaf, sudah cukup, letakkan mikrofon Anda," kata Trump.
"CNN seharusnya malu karena Anda bekerja untuk mereka. Anda orang yang kasar dan buruk. Anda seharusnya tidak bekerja untuk CNN. Anda orang yang sangat kasar, cara Anda memperlakukan Sarah Huckabee sangat buruk. Dan cara Anda memperlakukan orang lain juga sangat buruk," tambahnya.
Berdasarkan informasi, disebutkan jika peristiwa tersebut terjadi pada tahun 2018 lalu di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat. Seperti disebutkan di atas, jumpa pers yang dilakukan Trump salah satunya membahas soal karavan kaum migran.
Baru-Baru ini, unjuk rasa besar juga terjadi di Los Angeles berkaitan dengan operasi penggerebekan dan penangkapan oleh para agen imigrasi federal AS terhadap puluhan orang yang mereka klaim sebagai migran ilegal dan anggota geng kriminal.
Operasi tersebut memicu gelombang protes dan bentrokan yang berujung pada kerusuhan di sejumlah titik kota. Pada awal tahun 2025 ini, Trump juga sempat mengeluarkan pernyataan bahwa dia akan melakukan deportasi besar-besaran terhadap imigran gelap di negaranya.
Hal tersebut disampaikan Trump di hadapan ribuan pendukungnya pada hari pelantikannya, di Washington, pada Minggu, 19 Januari 2025.