Penerbangan Tertunda, Pertemuan Presiden Trump dan Kanselir Merz di Davos Terancam Batal
Rencana pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Kanselir Jerman Friedrich Merz di Forum Ekonomi Dunia (WEF) Davos terancam batal pada 21 Januari 2026 menyusul penundaan penerbangan Trump. Penundaan ini menimbulkan ketidakpastian besar t
Rencana pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Kanselir Jerman Friedrich Merz di Davos pada 21 Januari 2026 kemungkinan besar tidak akan terlaksana. Hal ini disebabkan oleh penundaan penerbangan yang dialami Presiden Trump menuju Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss. Keterlambatan ini menciptakan ketidakpastian signifikan terhadap jadwal Trump yang padat, termasuk agenda bilateral penting tersebut.
Awalnya, pertemuan kedua pemimpin ini dijadwalkan berlangsung di sela-sela WEF, sebuah ajang yang mempertemukan para pemimpin dunia untuk membahas isu-isu krusial. Namun, kendala perjalanan Trump telah mengubah dinamika rencana tersebut. Laporan awal menyebutkan pembatalan, yang kemudian dikoreksi menjadi kemungkinan kecil terlaksana karena masalah waktu.
Penundaan ini terjadi di tengah upaya Kanselir Merz untuk meredakan ketegangan transatlantik, khususnya terkait isu Greenland dan ancaman tarif dari AS. Pertemuan ini dipandang krusial untuk dialog di tengah perdebatan mengenai komitmen keamanan dan ekonomi global.
Keterlambatan Penerbangan Trump Mengganggu Agenda Davos
Pesawat Boeing C-32A yang membawa Presiden Trump dilaporkan mendarat di Bandara Zurich setelah mengalami penundaan. Menurut data pelacak penerbangan yang dianalisis oleh kantor berita RIA Novosti, keterlambatan ini membuat jadwal Trump di Davos menjadi tidak pasti. Insiden ini bermula ketika Trump terpaksa berganti pesawat setelah terdeteksi gangguan teknis pada pesawat semula sebelum keberangkatan menuju Davos.
Jurnalis CBS Jennifer Jacobs melaporkan bahwa Trump dipindahkan ke pesawat yang lebih kecil akibat masalah teknis tersebut. Keterlambatan kedatangan delegasi AS ini secara langsung berdampak pada pembatalan pertemuan bilateral yang telah direncanakan. Sumber-sumber Jerman mengonfirmasi bahwa pertemuan dengan Kanselir Merz dibatalkan karena kedatangan delegasi AS yang terlambat.
Pentingnya Pertemuan di Tengah Ketegangan Geopolitik
Pertemuan antara Presiden Trump dan Kanselir Merz sangat dinantikan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan perdebatan mengenai komitmen keamanan trans-Atlantik. Pemerintah Jerman sebelumnya telah mengajukan permintaan untuk pertemuan ini, dengan pihak Washington menyatakan minat.
Merz dijadwalkan bertemu Trump setelah pidato presiden AS itu di panggung utama pusat konferensi, yang memiliki puluhan ruang pertemuan kecil. Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte juga dilaporkan berencana bergabung dalam pertemuan tersebut. Kehadiran Rutte menyoroti pentingnya dialog ini dalam konteks aliansi NATO, terutama mengingat perannya sebagai Sekretaris Jenderal NATO sejak Oktober 2024.
Latar Belakang Isu Greenland dan Ancaman Tarif
Konteks pertemuan ini semakin diperumit oleh isu Greenland dan ancaman tarif yang dilontarkan oleh Presiden Trump. Kanselir Merz sendiri datang ke Davos dengan tujuan untuk meredakan ketegangan yang muncul dari upaya Trump untuk mengakuisisi Greenland dan ancaman tarif terhadap negara-negara Eropa yang menentang.
Trump telah mengaitkan langkah-langkah tarif langsung dengan kesepakatan pembelian Greenland oleh AS, dengan alasan keamanan nasional. Isu ini telah memicu perdebatan sengit dan membuat para pemimpin Eropa mempertimbangkan langkah-langkah balasan. Mark Rutte, sebagai Sekretaris Jenderal NATO, juga menekankan pentingnya 'diplomasi yang bijaksana' untuk menangani ketegangan seputar Greenland dan keamanan Arktik.
Sumber: AntaraNews