Delegasi anggota parlemen Amerika Serikat (AS) tiba di Kopenhagen, Denmark, pada Jumat untuk melakukan serangkaian pertemuan penting. Kunjungan ini bertujuan membahas hubungan ekonomi bilateral antara kedua negara.
Kedatangan rombongan legislator AS ini terjadi di tengah berlanjutnya ketegangan diplomatik yang dipicu oleh pernyataan Washington terkait status Greenland. Pertemuan tersebut berlangsung di Industry House, markas Konfederasi Industri Denmark, setelah mereka bertolak dari gedung parlemen Denmark, Christiansborg.
Fokus utama diskusi adalah upaya Denmark menggalang dukungan internasional menyusul pernyataan kontroversial Amerika Serikat mengenai Greenland, wilayah semi-otonom Denmark yang memiliki nilai strategis di kawasan Arktik.
Advertisement
Advertisement
Pertemuan antara delegasi AS dan pelaku usaha Denmark ini dijadwalkan untuk memperkuat ikatan ekonomi bilateral. Namun, isu Greenland tak pelak menjadi sorotan utama dalam agenda diplomasi ini. Wilayah semi-otonom tersebut menjadi pusat perhatian karena nilai strategisnya di Arktik dan ambisi AS.
Senator Demokrat AS Dick Durbin dari Illinois menegaskan bahwa delegasi tersebut ingin menegaskan kembali hubungan jangka panjang antara Amerika Serikat, Denmark, dan Greenland. Ia menyatakan, "Kami telah menjadi sahabat dan sekutu Denmark dan Greenland selama puluhan tahun. Kami ingin mereka tahu bahwa kami sangat menghargai hubungan itu," demikian dilaporkan media publik Denmark, DR.
Durbin juga menambahkan bahwa pernyataan Presiden AS Donald Trump belakangan ini "tidak sejalan dengan apa yang dirasakan dan diyakini oleh rakyat Amerika". Pernyataan ini mengindikasikan adanya upaya untuk meredakan kekhawatiran yang muncul akibat retorika sebelumnya.
Advertisement
Advertisement
Ketua Parlemen Denmark, Soren Gade, yang juga mantan menteri pertahanan, secara terbuka menyatakan perubahan pandangannya terhadap Amerika Serikat. Perubahan sikap ini dipicu oleh pendekatan pemerintahan Washington terkait Greenland. Gade menulis di Facebook, "Saya tidak pernah membayangkan akan berbicara kritis tentang Amerika Serikat. Namun jika suatu hari saya ingin menatap mata para veteran Denmark, saya tidak bisa lagi diam."
Gade secara tegas menyebut nada pernyataan Amerika Serikat mengenai Greenland sebagai sesuatu yang "tidak pantas". Kritiknya menyoroti sensitivitas isu kedaulatan dan hubungan diplomatik yang terjalin lama. Pernyataan ini mencerminkan kekecewaan mendalam dari pihak Denmark.
Pernyataan dari kedua belah pihak menunjukkan adanya upaya untuk menavigasi kompleksitas hubungan ini. Delegasi AS berusaha meyakinkan kembali Denmark, sementara pejabat Denmark menyuarakan kekhawatiran mereka secara lugas.
Advertisement
Advertisement
Presiden AS Donald Trump sebelumnya berulang kali menyatakan keinginannya untuk mengambil alih Greenland. Greenland dikenal kaya sumber daya alam dan memiliki posisi geostrategis yang sangat penting di kawasan Arktika. Ambisi ini menjadi pemicu utama ketegangan diplomatik yang sedang berlangsung.
Gedung Putih pada Kamis menyatakan bahwa rencana pengerahan pasukan Eropa ke Greenland tidak akan mempengaruhi ambisi Trump untuk menguasai pulau tersebut. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa AS tetap teguh pada pendiriannya.
Sebelumnya, Jerman, Prancis, Swedia, dan Norwegia mengumumkan akan mengirim misi bersama ke Greenland. Langkah ini diambil tak lama setelah perundingan di Washington antara pejabat Amerika Serikat, Denmark, dan Greenland gagal mencapai kesepakatan atas isu tersebut. Respon kolektif dari negara-negara Eropa ini menunjukkan adanya keprihatinan internasional terhadap situasi tersebut.
Advertisement
Sumber: AntaraNews