Trump Kirim Surat buat Xi Jinping, Minta Pertemuan Ditunda Sebulan Ingin Fokus Perangi Iran
Donald Trump mengajukan permohonan untuk menunda pertemuan dengan Xi Jinping di Beijing selama sebulan, ia ingin fokus pada penanganan konflik dengan Iran.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping saling memandang usai pertemuan puncak mereka di Bandara Internasional Gimhae, Busan, Korea Selatan, Kamis (30/10/2025).(Dok. AP/Mark Schiefelbein)
(@ 2025 merdeka.com)Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengajukan permohonan terhadap Presiden China Xi Jinping. Ia meminta pertemuan di Beijing ditunda selama kurang lebih satu bulan.
Alasannya, Trump masih ingin fokus perang dengan Iran. Trump ingin tetap berada di AS memantau perkembangan perang dengan Iran.
Sebelumnya, perjalanan ke China dijadwalkan berlangsung pada akhir Maret untuk bertemu Xi Jinping. Namun, saat ditanya di Oval Office pada Senin sore mengenai kepastian perjalanan tersebut, Trump menyatakan bahwa rencana itu masih dalam tahap pembahasan.
"Saya tidak tahu, kami sedang membicarakannya sekarang," kata Trump yang dikutip dari CNBC pada Selasa (17/3).
Dia juga menegaskan bahwa meskipun ingin melakukan kunjungan tersebut, situasi perang membuatnya merasa perlu untuk berada di dalam negeri. "Kami sedang berbicara dengan China. Saya sangat ingin melakukannya, tetapi karena perang ini saya ingin berada di sini. Saya merasa harus berada di sini," ujar Trump.
Trump Klaim Penundaan Hanya Terkait Perang
Trump mengungkapkan bahwa pemerintah Amerika Serikat telah meminta penundaan pertemuan dengan Xi Jinping selama sekitar satu bulan. "Kami meminta agar ditunda sekitar satu bulan," ungkap Trump. Meskipun demikian, ia menekankan bahwa ia tetap menantikan pertemuan tersebut dan menganggap hubungan mereka cukup baik. "Saya menantikan untuk bertemu dengannya. Kami memiliki hubungan yang sangat baik," tambahnya.
Ia juga menekankan bahwa permintaan penundaan ini semata-mata disebabkan oleh situasi perang yang sedang berlangsung. "Tidak ada trik apa pun di baliknya. Ini sangat sederhana. Kami sedang menghadapi perang. Saya pikir penting bagi saya untuk berada di sini," jelas Trump.
Ketegangan di Iran Bisa Ganggu Diplomasi
Beberapa pejabat tinggi dalam pemerintahan Trump sebelumnya telah memberikan indikasi bahwa konflik dengan Iran dapat berdampak pada rencana pertemuan tingkat tinggi antara Trump dan Xi Jinping di China. Dalam sebuah wawancara dengan Financial Times pada hari Minggu, Trump menyatakan bahwa China seharusnya membantu Amerika Serikat dalam menangani blokade de facto Iran di Selat Hormuz, yang merupakan jalur energi global yang sangat penting.
China diketahui sebagai salah satu pembeli utama minyak Iran dan memiliki sikap menentang perang tersebut. Trump menegaskan bahwa jika bantuan dari China baru diberikan setelah pertemuan puncak, maka hal itu akan dianggap terlambat. Meskipun demikian, Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, berusaha meredakan pernyataan tersebut dengan menyatakan bahwa kemungkinan penjadwalan ulang pertemuan lebih disebabkan oleh faktor logistik, bukan karena permintaan AS agar China turut mengamankan Selat Hormuz. "Pertemuan itu tidak akan ditunda karena presiden menuntut China untuk mengawasi Selat Hormuz," ungkap Bessent dalam wawancaranya dengan CNBC.
Penyelidikan AS terhadap China
Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan bahwa penundaan pertemuan tersebut "sangat mungkin terjadi." Meskipun sebelumnya para analis memperkirakan bahwa konflik di Iran tidak akan menghalangi pertemuan antara Trump dan Xi Jinping, mereka juga mengingatkan bahwa situasi dapat berubah dengan cepat seiring perkembangan konflik tersebut.
Dalam konteks ketegangan geopolitik yang meningkat, pemerintahan Trump juga meluncurkan penyelidikan baru terkait dugaan praktik perdagangan tidak adil oleh China dan lebih dari selusin negara lainnya. Langkah ini diumumkan setelah Mahkamah Agung AS membatalkan tarif tinggi yang sebelumnya diterapkan oleh Trump terhadap berbagai impor, termasuk barang-barang dari China.