Los Angeles Rusuh, Adidas hingga Apple Jadi Sasaran Penjarahan
Kerusuhan terjadi di berbagai titik di Los Angeles.
Los Angeles, Amerika Serikat, dilanda kerusuhan menyusul gelombang protes terhadap kebijakan penegakan hukum imigrasi yang diterapkan oleh pemerintahan mantan Presiden Donald Trump. Aksi protes yang semula berlangsung damai, berubah menjadi kekacauan dengan aksi penjarahan yang menargetkan sejumlah toko dan pusat bisnis.
Menurut laporan New York Post pada Kamis (12/6), kerusuhan terjadi di berbagai titik di Los Angeles, termasuk pusat kota dan wilayah Broadway. Sejumlah toko besar seperti Apple dan Adidas menjadi sasaran penjarah yang memanfaatkan situasi untuk merampas barang dagangan.
Salah satu insiden terekam dalam video viral menunjukkan toko Apple di Broadway diserbu oleh massa yang memecahkan kaca jendela dan membawa kabur berbagai produk, termasuk iPhone. Sejumlah perangkat iPhone tampak berserakan di trotoar, masih dengan alarm menyala. Pada layar perangkat yang dicuri, muncul pesan peringatan:
"Silakan kembali ke Apple Tower Theatre. Perangkat ini telah dinonaktifkan dan sedang dilacak. Pihak berwenang setempat akan diberitahu."
Toko Adidas di pusat kota Los Angeles juga mengalami penjarahan. Dalam video yang beredar di media sosial X (sebelumnya Twitter), terlihat puluhan orang bertopeng dan mengenakan kerudung menyerbu toko tersebut dan membawa lari berbagai produk seperti jaket, sepatu, dan pakaian lainnya.
Protes ini dipicu oleh penangkapan massal terhadap para imigran oleh agen federal AS. Menurut otoritas setempat, lebih dari 100 imigran ditangkap selama sepekan terakhir di berbagai lokasi, termasuk di distrik mode Los Angeles, tempat parkir Home Depot, dan bahkan saat berlangsungnya unjuk rasa.
Aksi penegakan hukum yang intensif itu memicu kemarahan publik, terutama komunitas imigran, dan mendorong unjuk rasa yang dimulai pada Jumat di pusat kota Los Angeles. Aksi kemudian menyebar ke wilayah Compton dan Paramount pada Sabtu.
Dalam situasi yang memanas, beberapa peserta aksi menggunakan masker, meskipun larangan mengenakan masker dalam unjuk rasa telah diumumkan oleh otoritas. Hal ini semakin memperkeruh suasana di tengah upaya pemerintah mengendalikan gelombang protes.
Hingga saat ini, otoritas setempat masih melakukan investigasi atas insiden penjarahan dan kerusuhan tersebut, serta memastikan penanganan terhadap para pelaku yang terlibat dalam aksi kekerasan dan kriminalitas di tengah aksi protes.