Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan rencananya untuk menerapkan tarif impor pada produk farmasi. Menurut laporan dari Channel News Asia, Trump menyatakan bahwa tarif baru untuk produk farmasi dapat mencapai hingga 200 persen.
"Kami akan memberi waktu sekitar satu setengah tahun untuk masuk dan, setelah itu, mereka akan dikenakan tarif," ungkap Trump kepada wartawan dalam pertemuan kabinet di Gedung Putih.
Selain produk farmasi, Trump juga berencana untuk memberlakukan tarif impor pada produk semikonduktor. "Jika mereka harus membawa produk farmasi ke negara ini, mereka akan dikenakan tarif yang sangat, sangat tinggi, seperti 200 persen. Kami akan memberi mereka waktu tertentu untuk bertindak," tambahnya.
Meskipun demikian, Presiden AS tidak memberikan rincian spesifik mengenai waktu pengumuman tarif lainnya yang akan datang.
Advertisement
AS Tak Mau Andalkan Produk Negara Lain
Sebelum menerapkan tarif impor, pemerintahan Trump melakukan penyelidikan terhadap sektor farmasi pada bulan April 2025. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap temuan yang menunjukkan ketergantungan berlebihan pada produksi obat dari luar negeri, yang dianggap dapat membahayakan keamanan nasional.
Menurut pernyataan Trump, Amerika Serikat perlu meningkatkan kapasitas produksi obat dalam negeri agar tidak tergantung pada negara lain.
"Rincian mengenai tarif farmasi akan diumumkan pada akhir bulan," jelas Menteri Perdagangan Howard Lutnick setelah pertemuan kabinet Presiden AS.
"Untuk sektor farmasi dan semikonduktor, studi tersebut akan selesai pada akhir bulan, sehingga presiden akan menentukan kebijakannya saat itu. Saya akan menunggu keputusan beliau mengenai penerapan kebijakan tersebut."
Advertisement
Produsen Mulai Cemas
Di sisi lain, asosiasi produsen obat di Amerika Serikat menyatakan kekhawatiran bahwa penerapan tarif dapat meningkatkan risiko terjadinya kekurangan pasokan dan mengurangi akses pasien terhadap obat-obatan.
Mereka mengungkapkan bahwa mereka telah melakukan lobi kepada Trump agar tarif tersebut diterapkan secara bertahap, dengan harapan dapat meminimalkan dampak yang ditimbulkan dan memberikan mereka waktu lebih untuk melakukan peralihan dalam proses manufaktur.
Perusahaan-perusahaan ini memiliki jaringan manufaktur di seluruh dunia, sehingga memindahkan lebih banyak produksi ke AS memerlukan komitmen sumber daya yang signifikan dan bisa memakan waktu bertahun-tahun.
"Setiap dolar yang dihabiskan untuk tarif adalah satu dolar yang tidak dapat diinvestasikan dalam manufaktur Amerika atau pengembangan perawatan dan pengobatan di masa depan bagi pasien," ucap Alex Schriver, juru bicara dari kelompok industri PhRMA.