Presiden Donald Trump: AS akan Uji Coba Nuklir Lagi, Negara Lain juga Melakukannya
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan bahwa janji Presiden Trump untuk melanjutkan uji coba nuklir bertujuan memverifikasi keamanannya.
Presiden AS, Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat akan melakukan uji coba nuklir, dan ini dilakukan karena negara lain juga melakukan hal serupa.
Dia menegaskan bahwa AS punya lebih banyak senjata nuklir dibandingkan negara lain.
"Sayalah yang merenovasinya dan membangun beberapa, dan saya benci melakukannya, tetapi saya tidak punya pilihan, karena mereka memilikinya," kata Trump dalam penerbangan di pesawat kepresidenan Air Force One dilansir dari Sputnik di Jakarta, Sabtu (15/11).
Sebelumnya pada Rabu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan bahwa janji Presiden Trump untuk melanjutkan uji coba nuklir bertujuan memverifikasi keamanan senjata.
"Kami akan melakukan uji coba nuklir seperti yang dilakukan negara lain. Kami memiliki lebih banyak senjata nuklir dibanding negara mana pun dan kami harus mengujinya," kata Trump dalam perjalanannya menuju Florida.
Namun, dia mengatakan dirinya tertarik pada denuklirisasi atau pelucutan senjata nuklir.
"Kami punya lebih banyak [senjata nuklir]. Rusia nomor dua, dan China jauh di posisi ketiga, tetapi dalam empat atau lima tahun, mereka akan sejajar dengan kami. Yang ingin saya lakukan denuklirisasi," kata Trump.
Perintah Trump ke Departemen Perang
Pekan lalu, Trump mengaku telah memerintahkan Departemen Perang (nama lama Departemen Pertahanan AS) untuk segera melanjutkan uji coba nuklir.
Dia menjelaskan bahwa perintah itu diberikan karena pihak lain melakukan uji coba dan hal itu dirasa tepat bagi AS untuk mengikuti perkembangan tersebut.
Pada Kamis, juru bicara pemerintah Rusia Dmitry Peskov mengatakan uji coba senjata nuklir AS, jika dilakukan, akan menandai berakhirnya larangan panjang atas uji coba nuklir.
Presiden Rusia Vladimir Putin telah berulang kali menyatakan bahwa jika negara lain melakukan uji coba nuklir, Rusia akan 'bertindak sesuai', kata Peskov.