Donald Trump: AS Akan Ambil Uranium Iran Jika Kesepakatan Terwujud
Presiden Donald Trump dari Amerika Serikat mengungkapkan bahwa negara tersebut akan menguasai uranium Iran jika kesepakatan antara kedua belah pihak tercapai.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan bahwa negaranya akan mengambil uranium yang diperkaya dari Iran jika kesepakatan antara kedua negara dapat tercapai.
Pernyataan ini disampaikan pada hari Senin, 23 Maret 2026, sebagai tanggapan atas pertanyaan wartawan mengenai cara AS akan mendapatkan uranium yang selama ini menjadi sumber konflik dengan Iran.
Ketika ditanya mengenai mekanisme pengambilan tersebut, Trump menjawab dengan singkat, "Sangat mudah," yang dikutip pada Selasa (24/3/2026) dari Antara.
"Jika kita memiliki kesepakatan dengan mereka, kita akan mengambilnya sendiri," tambahnya.
Selain itu, Trump juga menyatakan bahwa pembicaraan terbaru antara Washington dan Teheran berlangsung pada malam Minggu, 22 Maret 2026, meskipun klaim tersebut dibantah oleh pihak Iran.
"Mereka sangat ingin membuat kesepakatan. Kami juga ingin membuat kesepakatan," kata Trump kepada wartawan sebelum berangkat menuju wilayah selatan Amerika Serikat.
"Kita akan bertemu hari ini mungkin melalui telepon," tambahnya.
Dipastikan akan Ada Pertemuan
Trump juga mengungkapkan bahwa para pejabat Iran mengalami kesulitan untuk bepergian ke luar negeri.
Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa pertemuan langsung antara pejabat Amerika Serikat dan Iran akan segera dilaksanakan.
Selain itu, dalam pengumumannya mengenai jeda lima hari dalam serangan terhadap fasilitas energi Iran, Trump menyatakan bahwa langkah tersebut bersifat sementara.
"Kita akan lihat bagaimana hasilnya, dan jika berjalan dengan baik, kita akan menyelesaikan masalah ini. Jika tidak, kita akan terus membombardir sesuka hati kita." terangnya.