Xi Jinping Peringatkan Trump soal Taiwan, Wanti-Wanti Potensi Perang
Isu Taiwan menjadi fokus utama dalam kunjungan Trump ke China yang berlangsung dari tanggal 13 hingga 15 Mei.
Presiden China, Xi Jinping, pada Kamis (14/5/2026) mengingatkan bahwa kemungkinan terjadinya konflik antara China dan Amerika Serikat (AS) dapat meningkat jika isu Taiwan tidak dikelola dengan baik. Hal ini diungkapkan oleh media resmi China, Xinhua.
"Persoalan Taiwan merupakan isu paling penting dalam hubungan China-AS," ungkap Xi saat menerima kunjungan Presiden AS, Donald Trump, di Great Hall of the People.
Ia menekankan bahwa jika isu ini ditangani dengan baik, hubungan antara kedua negara akan tetap stabil. Namun, jika tidak, akan ada potensi bentrokan yang dapat menimbulkan konflik, mengancam keseluruhan hubungan bilateral.
Xi juga menjelaskan bahwa perdamaian di Selat Taiwan tidak dapat dicapai bersamaan dengan upaya kemerdekaan Taiwan, karena kedua hal tersebut saling bertentangan layaknya api dan air.
"Menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan adalah kepentingan bersama terbesar antara kedua negara," tambahnya.
Pentingnya Menjaga Stabilitas Dalam Hubungan China dan Amerika Serikat
Dalam kesempatan yang sama, Xi menyatakan bahwa dunia saat ini mengalami perubahan yang belum pernah terlihat dalam satu abad dan berlangsung semakin cepat. Ia juga menyoroti bahwa situasi internasional kini berada dalam kondisi yang dinamis dan penuh gejolak.
"Apakah China dan AS dapat menghindari konflik akibat persaingan antara negara besar dan menciptakan paradigma baru hubungan antarnegara besar? Apakah kita dapat bersama-sama menghadapi tantangan global dan memberikan stabilitas yang lebih besar bagi dunia? Apakah kita dapat bersama-sama membangun masa depan cerah bagi hubungan bilateral kita demi kesejahteraan kedua rakyat dan masa depan umat manusia? Pertanyaan-pertanyaan ini sangat penting bagi sejarah, dunia, dan rakyat," tegas Xi.
Xi juga menambahkan bahwa pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan tantangan zaman yang perlu dijawab bersama oleh para pemimpin negara-negara besar.
"Saya berharap dapat bekerja sama dengan Anda untuk menentukan arah dan mengemudikan kapal besar hubungan China-AS, sehingga menjadikan tahun 2026 sebagai tahun bersejarah yang membuka babak baru dalam hubungan China-AS," ujarnya.
Pemimpin China tersebut menegaskan bahwa kedua pihak telah sepakat untuk berupaya membangun hubungan bilateral yang stabil secara strategis dan konstruktif.