Donald Trump Siapkan Operasi Sledgehammer Jika Konflik Iran Memanas Lagi
Operasi Sledgehammer adalah rencana yang diusulkan oleh Donald Trump untuk menggulingkan pemerintahan Iran.
Pemerintahan Donald Trump dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan kampanye militer terhadap Iran jika terjadi kembali konflik di Timur Tengah.
Menurut NBC News pada Selasa (12/5/2026), operasi ini mungkin akan diberi nama baru, "Operasi Sledgehammer".
Dalam laporan tersebut, sejumlah pejabat Amerika Serikat tengah mendiskusikan kemungkinan untuk mengganti nama operasi sebelumnya, "Operasi Epic Fury", jika Presiden Trump memutuskan untuk melancarkan kembali operasi militer besar-besaran terhadap Iran.
Sejumlah pejabat AS juga percaya bahwa penggunaan nama operasi baru dapat memperkuat posisi Gedung Putih, sehingga aksi militer selanjutnya dianggap sebagai operasi yang terpisah dari yang sebelumnya.
Dengan cara ini, langkah tersebut dianggap tetap berada dalam kerangka Resolusi Kekuatan Perang tahun 1973, yang mengharuskan presiden AS untuk melaporkan pengerahan pasukan ke Kongres dalam waktu 48 jam setelah dimulainya operasi militer.
Jika Kongres tidak memberikan persetujuan, maka operasi harus dihentikan dalam waktu 60 hari. Pada kasus "Operasi Epic Fury", operasi tempur dihentikan setelah 40 hari pertempuran.
Pemerintahan Trump berargumen bahwa batas waktu 60 hari belum sepenuhnya tercapai karena adanya jeda dalam operasi.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, sebelumnya menyatakan bahwa "Operasi Epic Fury" telah berakhir setelah Washington dan Teheran sepakat untuk menghentikan permusuhan dan membuka kembali jalur negosiasi bulan lalu.
Laporan dari NBC News juga mengungkapkan bahwa kemampuan militer Amerika Serikat di kawasan ini kini lebih kuat dibandingkan saat konflik pertama kali pecah pada bulan Februari lalu. Hingga saat ini, Pentagon belum memberikan pernyataan resmi terkait laporan tersebut.