Trump Segera Putuskan Serang Iran atau Tidak, Kekuatan Militer Hingga Senjata Siber Rahasia Jadi Opsi

Trump juga mengklaim bahwa Iran ingin bernegosiasi dengannya menyusul ancaman aksi militer yang ia lontarkan.

Mardani
Oleh Mardani - Reporter
Trump Segera Putuskan Serang Iran atau Tidak, Kekuatan Militer Hingga Senjata Siber Rahasia Jadi Opsi
Intervensi Donald Trump Jadi Penentu Bikin UEFA Tunda Keputusan Sanksi untuk Israel ((c) AP Photo/Seth Wenig)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengancam Iran. Trump mengklaim negeri paman sam tengah mempertimbangkan “opsi-opsi kuat” sebagai respons atas tindakan keras Iran terhadap protes anti-pemerintah, termasuk kemungkinan melakukan intervensi militer.

“Kami mempertimbangkannya dengan sangat serius. Pihak militer juga mempertimbangkannya, dan kami sedang melihat beberapa opsi yang sangat kuat. Kami akan membuat keputusan,” kata Trump kepada wartawan di atas pesawat Air Force One, Minggu malam.

Trump juga mengklaim bahwa Iran ingin bernegosiasi dengannya menyusul ancaman aksi militer yang ia lontarkan. Ia menyebut pertemuan dengan pihak Iran sedang diatur, meski membuka kemungkinan untuk bertindak lebih dulu sebelum pertemuan tersebut berlangsung.

"Iran ingin bernegosiasi, ya. Kita mungkin akan bertemu dengan mereka. Pertemuan sedang diatur, tetapi kita mungkin harus bertindak karena apa yang terjadi sebelum pertemuan, tetapi pertemuan sedang diatur. Iran menelepon, mereka ingin bernegosiasi," kata Trump kepada wartawan di Air Force One, dikutip dari CNA, Senin (12/1/2026).

Seorang pejabat Amerika Serikat mengatakan kepada Reuters pada Minggu bahwa Trump dijadwalkan bertemu dengan para penasihat senior pada Selasa untuk membahas berbagai opsi terkait Iran.

"Trump dijadwalkan bertemu dengan para penasihat senior pada hari Selasa untuk membahas opsi-opsi terkait Iran," kata pejabat AS tersebut.

Sementara itu, Wall Street Journal melaporkan bahwa sejumlah opsi yang tengah dipertimbangkan meliputi serangan militer, penggunaan senjata siber rahasia, perluasan sanksi, hingga pemberian bantuan daring kepada kelompok-kelompok anti-pemerintah.

"Pihak militer sedang mempertimbangkannya, dan kami sedang melihat beberapa opsi yang sangat kuat," kata Trump kepada wartawan di Air Force One.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Reuters

Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam sebuah wawancara yang disiarkan televisi pemerintah pada Minggu membahas kondisi ekonomi nasional serta apa yang ia sebut sebagai “tuntutan rakyat”. Dalam wawancara tersebut, Pezeshkian menuding Amerika Serikat dan Israel berupaya “menabur kekacauan dan ketidaktertiban” di Iran dengan memerintahkan terjadinya “kerusuhan”.

Ia juga mengimbau masyarakat Iran untuk menjauhkan diri dari pihak-pihak yang disebutnya sebagai “perusuh dan teroris”.

Sementara itu, Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf memperingatkan Amerika Serikat agar tidak melakukan “kesalahan perhitungan”. Pernyataan itu disampaikannya menyusul ancaman Presiden AS Donald Trump yang menyebut akan melancarkan serangan militer jika otoritas Iran membunuh para demonstran.

"Mari kita perjelas: Jika terjadi serangan terhadap Iran, wilayah pendudukan (Israel) serta semua pangkalan dan kapal AS akan menjadi target sah kita,” kata mantan komandan Korps Garda Revolusi Islam itu saat berbicara di parlemen, Minggu (11/1/2026), dilansir Al Jazeera.

Rekomendasi