Maling di Palembang Makin Nekat, Ngaku Polisi Motor Ojol Dibawa Kabur
Peristiwa itu dialami oleh seorang pengemudi ojek online berinisial HD (18).
Aksi kejahatan di Palembang kian nekat dengan berbagai modus baru untuk mengelabui korban. Kali ini, pelaku berpura-pura mengaku sebagai anggota polisi dan meminjam sepeda motor milik pengemudi ojek online dengan dalih hendak menjemput istrinya di markas kepolisian. Namun, motor tersebut justru dibawa kabur.
Peristiwa itu dialami oleh seorang pengemudi ojek online berinisial HD (18). Ia harus merelakan sepeda motor yang selama ini menjadi sumber penghasilannya raib digondol pelaku. Tak terima dengan kejadian tersebut, HD melaporkan peristiwa itu ke polisi dengan harapan motornya bisa kembali dan pelaku segera tertangkap.
"Motor saya dibawa kabur, ngakunya anggota polisi," ungkap HD, Selasa (20/1).
Kronologi Kejadian
Kejadian bermula ketika HD menerima pesanan dari pelaku untuk diantar ke kawasan Kelurahan 15 Ulu, Palembang, pada Senin (19/1) sore. Dalam perjalanan, pelaku meminta izin meminjam motor korban dengan alasan ingin menjemput istrinya terlebih dahulu di Mapolrestabes Palembang.
Awalnya, HD menolak permintaan tersebut. Namun, pelaku terus meyakinkan korban dengan mengaku sebagai anggota polisi sehingga membuat HD akhirnya percaya dan bersedia meminjamkan motornya.
"Katanya mau jemput istri dulu di Polrestabes Palembang, semua orang di sana kenal sama dia, bilang saja Andre Tabes, tahu semua," kata HD.
Namun setelah ditunggu cukup lama, pelaku tak kunjung kembali. Saat itulah HD menyadari dirinya telah menjadi korban penipuan.
Motor Raib
Akibat kejadian tersebut, HD mengalami kerugian berupa satu unit sepeda motor Yamaha NMAX bernomor polisi BG 6734 JAX yang ditaksir senilai Rp18 juta. Motor itu sehari-hari digunakan korban untuk mencari nafkah sebagai pengemudi ojek online.
"Saya sekarang tak bisa kerja lagi, saya minta ke polisi agar cepat mengungkapnya," harap HD.
Panit SPKT Polrestabes Palembang, Ipda Hendra, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia mengatakan laporan korban telah diserahkan kepada penyidik Satreskrim untuk ditindaklanjuti.
"Semoga kasusnya segera terungkap," kata Hendra.
Ipda Hendra juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dan lebih waspada terhadap berbagai modus kejahatan yang kian beragam.