Kesaksian Warga Yahudi Kehidupan di Palestina Sangat Damai di Era Kekuasaan Islam, Semuanya Hancur Setelah Ada Zionis
Kesaksian warga Yahudi Ortodoks pernah hidup berdampingan dengan orang-orang Palestina dengan damai.
Seorang warga Yahudi anti-zionis mengungkap kehidupan damai bersama orang-orang Palestina jauh sebelum munculnya zionisme kolonial dan terbentuknya Israel di atas tanah Palestina.
Melalui video di akun X @QudsNen, pria yang belum diketahui namanya itu mengungkap jika masyarakat Yahudi dan Muslim di wilayah tersebut pernah hidup berdampingan secara damai pada saat muslim berkuasa di era Kekaisaran Ottoman.
"Kami pernah punya kekaisaran Ottoman di sini dan tetangga terbaik kami adalah orang-orang Palestina. Kami hidup bersama dengan sangat baik. Kami tinggal, memasak bersama, dan kita hidup dalam kedamaian," ungkap pria berjenggot dalam video dikutip Jumat (2/5/2025).
Lebih lanjut, pria dalam video mengungkap jika zionis lah yang mengganggu kehidupan damai warga Palestina dan Yahudi.
"Apa yang mengganggu kedamaian kita di sini adalah zionis. Mereka bilang kami mengambil tanah mereka, padahal ini adalah tanah kita," ungkapnya.
Secara blak-blakan, dia menyebut jika zionis memiliki agenda licik yang memaksa orang-orang Yahudi di untuk ikut masuk ke militer dan bertempur mengatasnamakan negara.
"Mereka tidak mau kamu menjadi Yahudi Ortodoks. Mereka (zionis) ingin kamu menjadi laki-laki yang pergi ke militer. Bertarung untuk negara, mungkin sampai mati untuk agenda licik mereka," pungkasnya.
Sebagai informasi, Kekaisaran Ottoman pernah berkuasa atas Yerusalem dari tahun 1516 hingga 1917 setelah penaklukan Mesir dan Suriah oleh mereka.
Yerusalem pernah menjadi pusat pemerintahan Ottoman pada tahun 1535. Pada dekade pertama pemerintahan Ottoman, kota ini melihat sebuah kebangkitan yang jelas.
Yerusalem diambil alih oleh Kekaisaran Ottoman bersama dengan seluruh Suriah Raya dan menikmati periode pembaharuan dan perdamaian yang baik.
Kelompok Yahudi Anti-Zionis
Diketahui, tidak semua Yahudi ternyata mendukung Israel. Ada juga golongan Yahudi yang menentang Zionisme Israel. Diantaranya adalah kelompok Yahudi Heredi dan Neturei Karta.
Keduanya menolak pendirian negara Israel dan tidak mengakui keberadaannya. Bahkan perwakilan kelompok ini tercatat menjadi menteri dalam kabinet Palestina pimpinan Yasser Arafat.
Yudaisme Haredi atau ultra-Ortodoks adalah golongan Yahudi yang taat menjalankan ajaran Taurat. Dikutip dari Britannica, Haredi memegang teguh halaqah (tradisi Yahudi), hukum, dan ketetapan kerabian Yahudi.
Mereka bahkan memisahkan diri dari masyarakat non-Yahudi serta dari orang Yahudi lainnya yang tidak mengikuti hukum agama seketat mereka. Yudaisme Haredi dikenal sebagai kelompok anti Zionis.
Penolakan tersebut menyebabkan munculnya berbagai kelompok, seperti Neturei Karta yang tidak mengakui legitimasi Negara Israel. Naturei Karta berdiri di Yerusalem sejak awal abad ke-19. Mereka hadir untuk menolak Zionisme dan pendirian Negara Israel.
Sebagian besar anggota Neturei Karta adalah keturunan Yahudi Hungaria yang telah menetap di Kota Tua Yerusalem. Neturei Karta merupakan penentang keras ideologi politik baru Zionisme.