Kepala Intelijen Rusia Murka Langsung Ancam NATO, 4 Negara ini akan Jadi yang Pertama Paling Menderita
Ancaman serius dari kepala intel Rusia kepada NATO jika masih ikut campur polemik di Ukraina.
Rusia memberikan respons keras kepada NATO yang dianggapnya mengancam Rusia dan Belarusia. Mengutip dari Al Jazeera, Kamis (17/4) pernyataan dari kepala intelijen Rusia Sergey Naryshkin mengatakan dalam sebuah wawancara, Rusia akan menimbulkan "kerusakan" pada seluruh aliansi militer (NATO).
Dalam pernyataannya itu, dia juga khusus mengancam mantan anggota Blok Timur yang tergabung dalam NATO seperti Polandia, Lithuania, Latvia, dan Estonia. Tak main-main, dia bahkan menyebut keempat negara tersebu sebagai "yang pertama menderita" jika NATO mengancam atau melakukan 'agresi' ke Rusia dan Belarusia.
Komentarnya kepada kantor berita negara RIA Novosti akan memberikan dukungan pada klaim bahwa Moskow akan mengalihkan perhatiannya pada empat negara tersebut jika invasinya ke Ukraina memenuhi tujuannya.
Geram pada Peningkatan Aktivitas NATO di Dekat Perbatasan Rusia & Belarusia
Sergey Naryshkin menyalahkan peningkatan aktivitas militer NATO di dekat perbatasan Rusia dan Belarusia atas krisis besar dan sangat berbahaya saat ini di benua Eropa.
Menurutnya sejumlah negara Baltik dan Polandia menjadi yang paling agresif melakukan serangan terhadap Rusia.
"Polandia dan republik-republik Baltik sangat agresif, setidaknya dalam kata-kata, mereka terus-menerus menggoyangkan senjata mereka."
"Mereka harus memahami, meskipun mereka belum memahaminya, jika terjadi agresi dari NATO terhadap Union State (Rusia dan Belarusia), kerusakan pasti akan menimpa seluruh blok NATO. Namun yang pertama menderita adalah para pengemban gagasan tersebut di kalangan politik Polandia dan negara-negara Baltik," katanya.
Naryskin menduga Polandia tengah berupaya mengakses senjata nuklir. Terlebih Presiden Emmanuel Macron bulan lalu mengisyaratkan bahwa Prancis dapat memperluas cakupan nuklirnya untuk mencakup sekutu-sekutu Eropa.
Pernyataan Macron itu kemudian ditanggapi Presiden Polandia Andrzej Duda dengan mengatakan bahwa langkah tersebut akan menguntungkan keamanan Polandia.
Tak cuma itu, Naryskin juga menuding Polandia berencana untuk memasang sekitar dua juta ranjau antitank di sepanjang perbatasan Belarus dan wilayah Kaliningrad.
Polandia dan sejumlah negara-negara Baltik bulan lalu mengumumkan akan menarik diri dari Konvensi Ottawa, sebuah perjanjian internasional yang melarang penggunaan ranjau darat karena takut akan kebangkitan agresi Rusia.
Naryshkin menegaskan tujuan strategis Rusia dalam perundingan damai, bahwa Kremlin tidak ingin Ukraina memiliki senjata nuklir dan bahwa Rusia tengah mengupayakan "demiliterisasi dan denazifikasi" negara tersebut.
Menurut kritikus, saat Amerika Serikat berupaya menjadi penengah gencatan senjata di Ukraina, Rusia akan memberi Moskow konsesi teritorial dan keamanan.
Jika hal itu terjadi, artinya akan mendorong ambisi ekspansionis Rusia, dan memungkinkannya untuk mempersenjatai kembali, mengerahkan kembali, dan memperluas pengaruhnya di Eropa.