Ini Alasan Mengapa TKW di Arab Sering Kabur, Penyebabnya Sangat Tidak Manusiawi
Ini alasan TKW di Arab sering kabur dari tempat kerja.
Tidak sedikit warga negara Indonesia yang menggantungkan nasib pergi ke Arab Saudi untuk menjadi pembantu rumah tangga di sana. Namun, tidak sedikit pula yang akhirnya harus kabur dan pulang ke Indonesia.
Kaburnya mereka ternyata bukan tanpa alasan. Sebuah video yang diunggah oleh akun @almanmulyana15 menyatakan sebab-sebab para TKW yang kerja di Arab lebih memilih untuk kabur meski dengan risiko tinggi.
Selama bekerja sebagai ART di Arab ternyata mereka hidup dengan sangat terkukung dan tidak bisa menjalani hidup normal dan bebas seperti manusia pada umumnya. Simak ulasan lengkapnya.
Sebab TKW Arab Sering Kabur dari Pekerjaan
Alasan paling kuat yang membuat para TKW di Arab Saudi kabur dari rumah majikannya adalah karena mereka tidak betah dengan tempat tinggal di mana mereka harus bekerja.
Menurut Alman, para pembantu rumah tangga di Arab hidup setiap hari di dalam apartemen dan tidak pernah diizinkan untuk keluar. Mereka seperti dipingit selama 24 jam tanpa bisa berinteraksi dengan manusia lain.
“Karena pembantu rumah tangga di sini benar-benar dipingit di dalam rumah bahkan pitu saja ditutup, kunci 24 jam,” ucap Alman.
Apartemen di Arab juga berbeda dengan di Indonesia. Di sana, gagang pintu hanya berada di luar. Sehingga jika majikan keluar maka pintu akan dikunci dan pembantu tidak bisa membuka pintu dari dalam.
“Pintunya itu beda dengan di Indonesia. Kalau di Indonesia itu luar dalam ada gagangnya. Kalau di sini enggak. Buka dari luar harus pakai kunci,” lanjutnya.
Culture Shock
Hal itulah yang membuat para pembantu rumah tangga dari Indonesia banyak yang tidak betah bekerja di Arab Saudi. Mereka yang biasanya hidup bertetangga di tanah air harus hidup dengan cara yang sangat berbeda di Arab.
“Dan kalau jadi pembantu rumah tangga di Arab jarang melihat matahari, apalagi hidupnya di apartemen seperti ini yang biasanya di Indonesia bertetangga, di sini boro-boro lihat tetangga ya,” jelas Alman.
Sehingga mereka mengalami stres yang berkepanjangan, jika ada kesempatan untuk kabur dari tempat kerjannya, para pekerja asal Indonesia itu akan langsung memilih untuk kabur.
“Makanya banyak yang shock culture, mereka ada kesempatan dan memilih untuk kabur itu karena memang stres. Di dalam rumah terus nggak pernah ketemu dengan tetangga,” pungkas Alman.