Fakta Mengejutkan: TKW Garut Korban Penipuan Terlantar di Arab Saudi, Menanti Pemulangan

Seorang TKW Garut korban penipuan penyaluran kerja kini berada di penampungan Arab Saudi. Kisah pilu Dini Sri Wahyuni yang terlantar menanti pemulangan ke Tanah Air.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Mengejutkan: TKW Garut Korban Penipuan Terlantar di Arab Saudi, Menanti Pemulangan
Seorang TKW Garut korban penipuan penyaluran kerja kini berada di penampungan Arab Saudi. Kisah pilu Dini Sri Wahyuni yang terlantar menanti pemulangan ke Tanah Air. (AntaraNews)

Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengonfirmasi bahwa seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Garut yang menjadi korban penipuan penyaluran kerja kini berada di tempat penampungan di Arab Saudi. TKW tersebut, Dini Sri Wahyuni, warga Kecamatan Karangpawitan, Garut, sempat terlantar setelah janji pekerjaan tidak kunjung terealisasi.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Garut, Muksin, menyatakan, "Berdasarkan koordinasi dengan P3MI (Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) yang bersangkutan masih di penampungan." Proses pemulangan Dini ke Indonesia saat ini sedang diupayakan melalui koordinasi intensif antar lembaga terkait.

Kasus ini mencuat setelah video Dini Sri Wahyuni yang meminta bantuan untuk pulang ke Indonesia menyebar luas di media sosial. Video tersebut menjadi pemicu bagi Disnakertrans Garut untuk menelusuri kebenaran informasi dan mengambil langkah penanganan yang diperlukan.

Dini Sri Wahyuni dijanjikan pekerjaan sebagai petugas kebersihan di Arab Saudi oleh penyalur tenaga kerja. Namun, sejak keberangkatannya pada bulan Juni, Dini tidak pernah mendapatkan pekerjaan yang dijanjikan tersebut, sehingga kondisinya sempat terlantar dan meminta bantuan.

Akibat janji palsu ini, Dini Sri Wahyuni sempat terlantar di Arab Saudi tanpa pekerjaan dan penghasilan. Kondisi ini mendorongnya untuk merekam video permohonan bantuan yang kemudian viral di media sosial, menarik perhatian publik dan pemerintah.

Setelah informasi mengenai Dini Sri Wahyuni sampai ke Disnakertrans Kabupaten Garut, tim segera melakukan penelusuran. Mereka menghubungi pihak keluarga Dini di Garut untuk memverifikasi kebenaran laporan dan mengumpulkan data awal yang diperlukan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Disnakertrans Garut, benar adanya seorang TKW dari Garut diduga menjadi korban penipuan penyaluran kerja di Arab Saudi. Saat ini, korban meminta bantuan untuk bisa pulang ke Indonesia dan sudah berada di penampungan.

Disnakertrans Kabupaten Garut tidak bekerja sendiri dalam menangani kasus penipuan yang menimpa Dini Sri Wahyuni. Pihak dinas telah berkoordinasi secara aktif dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) untuk merumuskan langkah penanganan yang tepat.

Muksin menjelaskan, "Sedang dikoordinasikan Kementerian P2MI ke KBRI," terkait pemulangan TKW tersebut. Koordinasi ini penting untuk memastikan seluruh prosedur administratif dan logistik berjalan lancar agar Dini dapat segera kembali ke Tanah Air.

Pihak P3MI, sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam perlindungan pekerja migran, juga turut serta dalam upaya ini. Mereka memastikan bahwa Dini mendapatkan perlindungan selama berada di penampungan dan memfasilitasi proses kepulangannya.

Pemerintah berkomitmen untuk memberikan perlindungan kepada setiap warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri, terutama bagi mereka yang menjadi korban penipuan. Kasus Dini Sri Wahyuni menjadi perhatian serius untuk memastikan hak-hak pekerja migran terpenuhi dan mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi