Disangka Sahroni DPR, Mantan Pemain Persija ini Diserbu Warganet Hingga Harus Matikan Kolam Komentar
Sebenarnya, ia tidak memiliki keterkaitan apa pun dengan dunia politik.
Mantan pemain Persija Jakarta, Syahroni, menjadi sasaran kritik di media sosial. Hal ini disebabkan dia memiliki nama yang nama dengan anggota DPR dari Partai NasDem, Ahmad Sahroni.
Akibatnya, Syahroni terpaksa menonaktifkan kolom komentar di akun Instagram-nya. Ia juga memperbarui bio-nya dengan penjelasan:
"Cuma Anggota Dapur, Bukan Anggota DPR".
Kesalahpahaman ini terjadi karena perbedaan ejaan 'Sahroni' dan 'Syahroni' yang hanya berbeda satu huruf. Sebagai hasilnya, akun Instagram mantan pemain Persija ini menjadi tempat hujatan yang seharusnya ditujukan kepada Ahmad Sahroni, sang politisi.
Nama yang klise ini pun mendapatkan banyak komentar negatif dan tuduhan, meskipun Syahroni sama sekali tidak terlibat dalam dunia politik.
Partai NasDem Telah Menonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari DPR
Ketua Umum DPP Partai NasDem, Surya Paloh, mengambil langkah untuk menonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach akibat pernyataan mereka yang memicu kemarahan publik.
Sahroni mendapatkan kritik tajam karena dianggap merendahkan suara masyarakat yang menyerukan pembubaran DPR, sedangkan Nafa Urbach dihujani kritik setelah menyatakan dukungan terhadap tunjangan rumah anggota DPR yang mencapai Rp 50 juta per bulan. Pernyataan tersebut dinilai tidak peka terhadap situasi ekonomi yang dihadapi oleh rakyat.
Dalam siaran pers yang ditandatangani oleh Surya Paloh pada Minggu (31/8/2025), dijelaskan bahwa pernyataan dari anggota DPR-RI dari Fraksi Partai NasDem tersebut telah menyinggung dan mencederai perasaan rakyat. Hal ini dianggap sebagai penyimpangan dari perjuangan yang diusung oleh Partai NasDem.
"Bahwa dalam perjalanan mengemban aspirasi masyarakat ternyata ada pernyataan dari pada wakil rakyat khususnya Anggota DPR-RI dari Fraksi Partai NasDem yang telah menyinggung dan mencederai perasaan rakyat, dan hal tersebut merupakan penyimpangan terhadap perjuangan Partai NasDem," kutip siaran pers tersebut.
NasDem memutuskan untuk menonaktifkan Sahroni dan Nafa mulai tanggal 1 September 2025. Keduanya akan dicopot dari keanggotaan DPR RI dari Fraksi NasDem.
"Bahwa atas pertimbangan hal-hal tersebut di atas, dengan ini DPP Partai NasDem menyatakan terhitung sejak hari Senin, 1 September 2025, DPP Partai NasDem menonaktifkan saudara Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach sebagai Anggota DPR-RI dari Fraksi Partai NasDem," tulisnya.
Surya Paloh juga menekankan pentingnya seluruh kader NasDem untuk mengutamakan aspirasi publik dalam setiap langkah perjuangan partai.
"Sesungguhnya aspirasi masyarakat harus tetap menjadi acuan utama dalam perjuangan Partai NasDem," tutup Paloh.
Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach Jadi Sorotan Publik
Ahmad Sahroni sebelumnya telah diberhentikan dari posisinya sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR. Keputusan ini tertera dalam surat resmi dari Fraksi Partai NasDem DPR, yang ditandatangani oleh Ketua Fraksi Victor Laiskodat dan juga oleh Sahroni sebagai Sekretaris Fraksi NasDem.
Sebagai penggantinya, anggota Komisi I DPR, Rusdi Masse Mappasessu, akan mengambil alih posisi tersebut. Ahmad Sahroni kini menjabat sebagai anggota Komisi I DPR, menggantikan Rusdi.
Sementara itu, Nafa Urbach telah meminta maaf setelah pernyataannya yang mendukung tunjangan rumah bagi anggota DPR. Permohonan maaf Nafa Urbach disampaikan melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya pada malam hari, Sabtu (30/8).