AS Harus Bersiap Hadapi Balas Dendam Iran Usai Putuskan 'Ikut Campur' Dalam Perang di Timur Tengah
Iran beri peringatan kepada negara-negara lain yang membantu Israel menyerang wilayahnya.
Masuknya Amerika Serikat (AS) ke dalam pusaran konflik antara Iran vs Israel membuat situasi di Timur Tengah semakin memanas. Sikap AS yang memutuskan 'ikut campur' dengan mengebom tiga fasilitas nuklir Iran, membuat permasalahan kini memasuki babak baru.
Markas Pusat Khatam Al-Anbia (KCHQ), komando tertinggi Angkatan Bersenjata Iran, mengeluarkan peringatan keras terhadap negara-negara yang memasok senjata atau sistem militer ke Israel. Mereka menegaskan, negara tersebut akan dianggap sebagai target sah oleh militer Iran.
"Meski didukung penuh oleh Amerika Serikat dan memiliki sistem anti-rudal tercanggih dan termahal, Israel kini mulai mengalami kekurangan amunisi dan kehilangan kapabilitas utama," demikian pernyataan KCHQ seperti dilansir dari antara (23/6).
Secara eksplisit, Iran memperingatkan setiap negara yang mengirim perangkat militer, radar, atau dukungan logistik ke Israel, baik lewat udara maupun laut, akan dianggap berkomplot melawan Iran dan layak menjadi sasaran serangan militer.
AS Terlibat Perang Iran vs Israel
Konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah Israel melakukan serangan ke wilayah Iran sejak Jumat, (13/6) lalu. Serangan itu menyebabkan kerusakan di Fasilitas Nuklir Natanz, Pusat Teknologi Nuklir Esfahan, Kompleks Nuklir Arak, hingga pabrik pengayaan uranium di Fordow.
Israel juga menyerang markas besar IRGC, depot amunisi IRGC di Kermanshah, situs pertahanan udara Hazrat-e Masoumeh, pangkalan militer Piranshahr, hingga fasilitas rudal bawah tanah di Kermanshah.
Sebagai respon dari serangan itu, Iran lalu melakukan serangan balasan besar-besaran menggunakan sejumlah rudal dan drone bersenjata yang menargetkan pusat-pusat strategis di wilayah Israel. Serangan balasan Iran ke wilayah bahkan menciptakan suasana mencekam di Kota Tel Aviv, pada Minggu (15/6) malam.
Sebagai sekutu Israel, AS lalu 'ikut campur' dengan menjatuhkan bom ke tiga lokasi yang mereka klaim sebagai fasilitas nuklir milik Iran yakni, Natanz, Fordow, dan Isfahan.
Trump mengonfirmasi tindakan tersebut dalam sebuah unggahan di Truth Social, dengan mengatakan operasi tersebut menjatuhkan sejumlah besar bom dan menyebabkan kerusakan yang cukup signifikan di wilayah yang ditargetkan.
Iran kemudian balas dendam usai serangan AS ke wilayahnya. Dilaporkan roket dan pecahan peluru Iran jatuh di 10 lokasi di Israel. Lokasi tersebut termasuk Carmel, Haifa, wilayah Tel Aviv, dan dataran pantai utara, dikutip dari Aljazeera, Minggu (22/6/2025).