Viral Sepasang Robot AI Bisa Ngobrol Seperti Manusia, Obrolannya Soal ini
Sepasang robot AI ini terlihat bisa saling berkomunikasi.
Robot mirip manusia kini bukan lagi sekedar fiksi ilmiah, melainkan sudah menjadi sebuah kenyataan yang diterapkan dalam kehidupan kita. Ameca, salah satu robot berbentuk manusia tercanggih di dunia yang mampu meniru berbagai ekspresi manusia.
Kini ia tidak sendiri, bersama dengan Azi, robot berbentuk manusia lainnya. Mereka berinteraksi dengan bantuan AI, yang membuat pasangan robot ini bisa melakukan percakapan ekspresif yang mengesankan dan meresahkan.
Mengutip IFLScience, Jumat (11/10), keduanya dapat berkomunikasi satu sama lain berkat kekuatan ChatGPT, yang mereka tunjukkan dalam video baru dari Engineered Arts. Demontrasi yang dilakukan itu menampilkan ekspresi manusia, yang di mana mereka melakukannya dengan bantuan 32 aktuator, 5 untuk leher dan 27 untuk kontrol wajah.
Dalam video pendek tersebut, Azi menceritakan lelucon buruk tentang kuki internet, yang kemudian ditanggapi oleh Ameca dengan mata menyipit dan hidup berkerut menggambarkan perasaan jijik.
Unik bukan?
Sebaliknya, Azi membalas dengan ekspresi tertekan dan mata cemberut, seolah dia tahu bahwa leluconnya benar-benar jelek. Engineered Arts, sebuah perusahaan robotika yang berbasis di Inggris yang membuat robot humanoid untuk hiburan, komunikasi, dan pendidikan, yang salah satunya menciptakan pasangan robot berbentuk manusia ini.
Robot yang mereka produksi, termasuk Ameca, bisa disewakan untuk berbagai acara dan bisa menyiapkan konten yang dipersonalisasi selama 5 menit. Tak hanya itu, robot-robot yang diproduksi juga bisa dibeli meskipun harganya cukup miring, “lebih dari secangkir kopi, kurang dari sebuah pulau.”
Meski begitu, Engineered Arts tidak menunjukkan niat mereka untuk memiliterisasi robot buatan mereka dan menimbulkan risiko pengambilalihan dunia.
“Robot kami sepenuhnya aman. Mereka pada dasarnya patuh dan lembut, jadi bahkan jika robot bergerak dan secara tidak sengaja menabrak orang, itu tidak akan menyakitkan,” tegas perusahaan tersebut.
Mereka juga meyakini bahwa robot yang mereka buat tidak akan berbahaya dan memang bertujuan untuk hiburan semata.
“Robot inovatif kami dirancang agar sesuai dengan kehidupan nyata, tidak untuk merenggut nyawa. Robot ini 100 persen hiburan dan kami tidak akan pernah bekerja sama dengan militer, tapi kami akan senang bila membuat replika terminator untuk dipamerkan,” jelas dia.
Reporter magang: Nadya Nur Aulia