Elon Musk Jelaskan Kronologi di Masa Depan ketika Robot Ambil Alih Dunia

CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk, kembali mengeluarkan peringatan serius terkait perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan robotika.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Elon Musk Jelaskan Kronologi di Masa Depan ketika Robot Ambil Alih Dunia
Elon Musk Will Leave the White House Soon? (© 2025 Trstdly.com)

CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk, kembali mengeluarkan peringatan serius terkait perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan robotika.

Dalam pernyataannya yang disampaikan baru-baru ini, Musk mengklaim bahwa robot cerdas dapat melampaui kemampuan manusia dan mengambil alih Bumi dalam waktu relatif dekat.

“Saya rasa kemungkinan besar kita akan memiliki AI yang lebih pintar dari manusia paling cerdas dalam waktu sekitar lima tahun,” ujar Musk dalam sesi wawancara, seperti dikutip Indy100.

“Dan tak lama setelah itu, robot berbasis AI bisa mengambil alih sebagian besar peran manusia," tambahnya.

Musk menyoroti bahwa teknologi robot saat ini berkembang sangat cepat, terutama dalam hal kemampuan fisik, kecerdasan sistem, dan kapasitas otomatisasi.

Ia menyebut bahwa kombinasi antara perangkat keras (hardware) dan kecerdasan buatan bisa menciptakan entitas yang tidak hanya lebih kuat, tetapi juga lebih pintar dari manusia.

Meski perkembangan ini dipandang sebagai lompatan teknologi, Musk mengingatkan bahwa kurangnya regulasi dan kontrol terhadap AI bisa menimbulkan risiko eksistensial bagi umat manusia. Ia sebelumnya juga pernah memperingatkan bahwa AI adalah “lebih berbahaya dari senjata nuklir” jika tidak diawasi dengan tepat.

Komentar Musk memicu kembali perdebatan global mengenai etika, keamanan, dan pengawasan pengembangan AI, terutama karena perusahaan-perusahaan besar seperti Tesla, Google, dan OpenAI berlomba memperluas cakupan teknologi ini.

Sejumlah ilmuwan dan pakar AI menyambut peringatan Musk sebagai pengingat penting, meski sebagian lainnya menilai klaim tersebut bersifat spekulatif dan terlalu dramatis. Namun, banyak pihak sepakat bahwa AI harus dikembangkan dengan batasan moral dan kebijakan global yang ketat.

Sementara itu, Musk tetap konsisten menyuarakan pandangan bahwa pengembangan AI superinteligensi harus dilakukan dengan sangat hati-hati, termasuk melibatkan badan pengawas independen dan kerja sama lintas negara.

Dengan kemajuan pesat dalam teknologi AI generatif dan robotika fisik, peringatan Musk menjadi sorotan baru yang tak bisa diabaikan di tengah ketergantungan manusia pada sistem otomatis dan perangkat pintar.

Rekomendasi