Ternyata Bukan T-Rex Dinosaurus yang Larinya Paling Cepat
Hasil ini mengejutkan dunia paleontologi, terutama karena Tyrannosaurus rex justru tercatat sebagai salah satu yang lebih lambat.
Penelitian terbaru mengungkap bahwa Compsognathus, dinosaurus kecil dari masa Kapur Akhir, kemungkinan besar merupakan dinosaurus tercepat di dunia dengan kecepatan sekitar 64,1 km/jam.
Hasil ini mengejutkan dunia paleontologi, terutama karena Tyrannosaurus rex justru tercatat sebagai salah satu yang lebih lambat.
Sebelum 1964, dinosaurus kerap dianggap lamban dan berdarah dingin. Namun, penemuan Deinonychus oleh tim John Ostrom mengubah segalanya. Fosil yang menunjukkan tubuh ringan dan kaki kuat ini menandai awal dari apa yang disebut "renaisans dinosaurus".
Menurut Susannah Maidment, paleontolog dari Natural History Museum London, dinosaurus dari kelompok Ornithomimosauria, seperti Compsognathus, menunjukkan adaptasi sempurna untuk kecepatan.
"Jika Anda memiliki anggota tubuh panjang dan ramping serta titik perlekatan otot dekat pangkal, kaki Anda berfungsi seperti pendulum," kata Maidment dikutip dari Live Science, Selasa (29/4).
Upaya mengukur kecepatan dinosaurus sudah berlangsung sejak 1970-an, diawali dengan analisis jejak kaki fosil. Namun, metode ini kurang akurat.
“Jejak terbaik terbentuk di sedimen lunak. Kalau Anda berlari di lumpur, Anda tahu tidak bisa berlari secepat mungkin,” ujar Eugenia Gold dari Suffolk University.
Kini, ilmuwan seperti William Sellers dari University of Manchester menggunakan model komputer biomekanis untuk memperkirakan kecepatan dinosaurus dengan lebih akurat. Dalam simulasi terhadap lima spesies — Allosaurus, Compsognathus, Dilophosaurus, Velociraptor, dan T. rex — Compsognathus menempati posisi teratas, diikuti Velociraptor (38,9 km/jam), sementara T. rex hanya mampu berlari 28,8 km/jam.
Ukuran tubuh besar menjadi kendala utama T. rex. “Tulang mereka tidak bisa menahan beban saat berlari cepat,” jelas Sellers.
Namun, menurut Gold, jika ingin jawaban sederhana soal dinosaurus tercepat, jawabannya justru ada di langit. "Elang peregrine adalah dinosaurus tercepat," katanya. Elang ini, keturunan langsung dinosaurus, mampu menyelam dengan kecepatan mencapai 322 km/jam, jauh melampaui semua rekor kecepatan hewan lain.
Penelitian ini mempertegas perubahan besar dalam pemahaman kita tentang dinosaurus: dari makhluk lamban menjadi predator cepat, hingga kini warisan mereka terus hidup di udara.