Tanpa Air, Begini Cara Astronot Mencuci Baju di Luar Angkasa
Di luar angkasa, mencuci baju bukan hal mudah. Astronaut memakai pakaian selama berminggu-minggu sebelum dibakar. NASA kini kembangkan solusi laundry di orbit.
Mencuci pakaian adalah hal biasa di Bumi, tetapi di luar angkasa, hal itu menjadi tantangan besar. Di International Space Station (ISS), air adalah sumber daya yang sangat berharga hingga urine pun didaur ulang menjadi air minum. Menggunakan metode pencucian biasa dengan air dan deterjen bukanlah pilihan yang memungkinkan.
Jadi bagaimana solusinya?
Mengutip IFLScience, Rabu (5/2), saat ini, para astronot tidak mencuci pakaian. Sebagai gantinya, mereka mengenakan pakaian yang sama selama berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan sebelum akhirnya dibuang.
Setelah pakaian dianggap tidak layak pakai, mereka dimasukkan ke dalam kapsul kargo yang sengaja dibuat untuk terbakar di atmosfer saat kembali ke Bumi, bersama dengan sampah lainnya.
Astronot seperti Suni Williams dan Butch Wilmore, yang seharusnya hanya tinggal di ISS selama seminggu tetapi terjebak selama delapan bulan, harus menghemat pakaian mereka sebaik mungkin karena tidak ada cara mencuci yang efektif di luar angkasa.
Masa Depan Laundry di Luar Angkasa
Beberapa solusi inovatif tengah dikembangkan agar mencuci baju bisa dilakukan di orbit, termasuk:
✅ Kain Anti Bakteri: NASA menguji bahan pakaian yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur untuk mengurangi bau.
✅ Deterjen Khusus: Perusahaan Procter & Gamble bersama NASA mengembangkan Tide Infinity, deterjen tanpa pewangi dan pelarut sehingga airnya bisa digunakan kembali. Produk ini diuji di ISS pada 2021 dan dalam simulasi misi ke Mars pada 2023.
✅ Tisu & Pena Penghilang Noda: NASA juga menguji produk Tide To-Go Wipes dan Tide To-Go Pens untuk membersihkan noda seperti kopi dan minyak zaitun tanpa perlu air.
✅ Mesin Cuci Luar Angkasa: NASA dan berbagai peneliti masih mencari desain terbaik mesin cuci yang hemat air dan energi, yang mungkin suatu hari nanti bisa digunakan di Bulan atau Mars.
Meski masih dalam tahap eksperimen, inovasi ini bukan hanya berguna bagi astronaut tetapi juga berpotensi menghemat air di Bumi dengan menciptakan teknologi laundry yang lebih efisien.