Studi Ungkap Stasiun Luar Angkasa Terlalu Bersih, Ini Dampaknya bagi Astronot
Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) yang terlalu steril berdampak buruk pada imunitas astronot akibat minimnya paparan mikroba baik.
Selama ini, astronot yang tinggal di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) kerap mengalami ruam kulit hingga gangguan imun. Fenomena ini sudah lama diamati, namun penyebab pastinya baru mulai terkuak lewat studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal Cell.
Mengutip Earth, Rabu (5/3), tim peneliti dari University of California, San Diego (UC San Diego) menemukan bahwa lingkungan ISS yang super steril justru berdampak buruk bagi kesehatan astronot. ISS, yang rutin didisinfeksi secara ketat, ternyata hampir tidak memiliki mikroba alami yang biasa dijumpai di Bumi.
Padahal, tubuh manusia terbiasa hidup berdampingan dengan mikroba. Mulai dari mikroba tanah, mikroba udara, hingga mikroba yang hidup di permukaan benda-benda sekitar. Ketika paparan ini hilang, sistem imun kehilangan “latihan” alaminya.
Menurut salah satu peneliti, Haoqi Nina Zhao, semakin sering ISS dibersihkan dengan disinfektan kuat, semakin sedikit pula variasi mikroba yang tersisa di dalam stasiun. Akibatnya, astronaut hanya terpapar mikroba manusiawi yang terbawa sejak misi dimulai, tanpa asupan mikroba lingkungan baru.
Kondisi ini bertolak belakang dengan kehidupan di Bumi, di mana manusia terpapar mikroba tanah dan mikroba alami lain yang justru bermanfaat bagi keseimbangan imun. Anak-anak yang tumbuh di area pedesaan misalnya, cenderung memiliki sistem imun yang lebih kuat berkat paparan mikroba alami.
Fakta bahwa ISS kekurangan mikroba alami memicu kekhawatiran para ahli. Ruang steril berlebihan ternyata punya dampak buruk bagi tubuh manusia. Fenomena ini juga diamati di rumah sakit dan laboratorium di Bumi, yang dikenal memiliki keanekaragaman mikroba sangat rendah akibat disinfeksi ketat.
Hilangnya mikroba baik bisa mengacaukan keseimbangan mikrobioma tubuh astronaut. Akibatnya, risiko peradangan, ruam kulit, hingga gangguan imun jadi meningkat.
Perlu Konsep Baru: Bersih Tapi Seimbang
Para ilmuwan kini mulai mempertimbangkan pendekatan baru dalam merancang stasiun luar angkasa masa depan. Alih-alih menjadikan ISS super steril, mereka menyarankan agar keanekaragaman mikroba alami juga dijaga.
Konsep ini bukan berarti membiarkan ISS kotor, melainkan memasukkan mikroba baik secara terkendali ke dalam habitat luar angkasa. Dengan begitu, astronaut tetap terlindungi dari patogen berbahaya, sambil tetap mendapat paparan mikroba sehat seperti di Bumi.
Menariknya, gagasan ini tak hanya bermanfaat bagi kesehatan astronot. Di Bumi, konsep serupa bisa diterapkan di rumah sakit modern yang kini terlalu steril. Menambah unsur alami seperti tanaman indoor atau material organik bisa membantu menjaga keseimbangan mikroba di dalam ruangan.
Lebih jauh, misi jangka panjang ke Bulan dan Mars juga bisa menerapkan prinsip serupa. Di habitat buatan yang tertutup rapat selama berbulan-bulan, menciptakan ekosistem mikroba sehat bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan demi menjaga kesehatan kru selama misi panjang.
Dengan kata lain, masa depan eksplorasi luar angkasa bukan lagi tentang menciptakan ruang steril, melainkan menciptakan ruang hidup yang seimbang — bersih tapi tetap mendukung ekosistem mikroba sehat.