Ini Alasan Astronot Rentan Sakit-sakitan setelah Pulang dari Luar Angkasa
Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) justru diduga menyebabkan penurunan daya tahan tubuh para astronot.
Lingkungan yang terlalu bersih di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) justru diduga menyebabkan penurunan daya tahan tubuh para astronot, menurut temuan ilmuwan terbaru.
Mengutip NYPost, Senin (31/3), kondisi steril yang ekstrem dinilai mengganggu keseimbangan mikrobioma tubuh, hingga memicu gangguan kekebalan dan masalah kesehatan lainnya.
Penelitian yang dipublikasikan oleh European Space Agency (ESA) menunjukkan bahwa kurangnya paparan mikroorganisme alami selama misi jangka panjang di luar angkasa dapat membuat tubuh astronaut lebih rentan terhadap infeksi dan peradangan. Fenomena ini disebut sebagai "hipotesis kebersihan ekstrem" atau extreme hygiene hypothesis.
“ISS adalah lingkungan yang sangat bersih. Tapi ironisnya, justru karena terlalu bersih, sistem imun astronaut jadi tidak terlatih untuk menghadapi patogen,” kata ilmuwan mikrobiologi dari ESA, Dr. Nathalie Cabrol.
Selama di Bumi, manusia terpapar berbagai mikroorganisme setiap hari — dari tanah, hewan peliharaan, udara luar, hingga makanan.
Paparan ini membantu tubuh membangun mikrobioma, komunitas bakteri baik yang mendukung sistem kekebalan. Namun di ISS, kondisi udara, permukaan, dan makanan semua dikendalikan agar seminimal mungkin mengandung organisme hidup.
Menurut laporan tersebut, astronaut yang kembali dari misi luar angkasa menunjukkan penurunan keragaman mikrobioma usus, peningkatan peradangan, dan kerentanan lebih tinggi terhadap penyakit kulit serta masalah pencernaan. Studi juga menyebutkan bahwa gangguan tidur dan stres selama di orbit turut memperburuk kondisi ini.
Sebagai respons, ilmuwan mulai mengeksplorasi solusi seperti probiotik khusus, transplantasi mikrobioma, dan paparan mikroba sintetis untuk membantu menjaga sistem kekebalan tubuh astronaut selama misi jangka panjang, termasuk misi ke Mars yang diperkirakan memakan waktu bertahun-tahun.
Temuan ini menjadi perhatian penting bagi badan antariksa global, mengingat semakin banyak misi luar angkasa jangka panjang yang direncanakan dalam dekade mendatang.
Kesehatan imunitas astronaut akan menjadi faktor krusial dalam kelangsungan hidup dan keberhasilan misi eksplorasi luar Bumi.