Pertama Kali Terjadi NASA Dituntut Seorang Warga, Diminta Bayar Rp 1,3 Miliar
Persoalan ini gara-gara benda stasiun luar angkasa jatuh tepat di rumah seorang warga.
Sebuah keluarga yang rumahnya kejatuhan benda dari angkasa luar menuntut Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA).
Keluarga Alejandro Otero menuntut lebih dari 80.000 dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp1,3 miliar kepada NASA setelah sampah antariksanya menembus atap rumah keluarga yang berada di Florida, AS tersebut.
Mengutip IFLScience, AFP, dan The Washington Post, Rabu (26/6), tidak ada orang yang terluka dalam insiden jatuhnya benda antariksa tersebut.
Meski pengacara keluarga Otero mengatakan bahwa konsekuensi dari kasus ini jauh melampaui perbaikan kerusakan dan bahwa kasus ini bisa menjadi preseden mengenai bagaimana klaim/tuntutan semacam ini diselesaikan di masa depan.
Pada 8 Maret 2024, rumah Otero kejatuhan benda seberat 0,7 kg yang pernah menjadi suatu bagian dari Stasiun Antariksa Internasional (ISS), tepatnya bagian dari penyangga yang berasal dari peralatan pendukung penerbangan NASA.
Alat tersebut, yang memiliki berat keseluruhan sekitar 2.600 kg, digunakan untuk memasang baterai pada palet kargo.
Benda tersebut awalnya dijatuhkan dari ISS pada 2021 setelah stasiun tersebut memasang baterai-baterai ion litium baru. Benda ini seharusnya tidak berbahaya ketika masuk kembali ke Bumi karena ia akan terbakar di atmosfer.
Akan tetapi, sebuah bagian dari benda tersebut tetap utuh dan akhirnya jatuh ke rumah Otero hingga menembus sebuah lantai.
“Klien saya mencari kompensasi yang memadai untuk memperhitungkan stres dan dampak dari peristiwa ini terhadap hidup mereka. Jika puing-puing itu menghantam beberapa meter ke arah lain, mungkin saja akan ada cedera serius atau kematian,” ujar Mica Nguyen Worthy, pengacara keluarga Otero dalam sebuah keterangan.
Keberadaan sampah angkasa luar yang tidak terbakar ketika masuk ke Bumi pun menjadi suatu kekhawatiran terhadap keamanan dari misi angkasa luar.
Menurut sebuah studi yang dipublikasikan pada tahun 2022, masalah sampah angkasa luar saat ini sudah sangat parah sehingga ada 10 persen kemungkinan bahwa akan ada seseorang di Bumi yang terbunuh oleh puing-puing yang jatuh selama satu dekade ke depan.
Worthy menegaskan bahwa hasil dari kasus ini dapat membantu protokol untuk menangani insiden terkait sampah angkasa luar di masa depan.
Worthy meminta agar NASA memperlakukan kasus Otero dengan cara yang sama seperti mereka mematuhi kewajibannya di bawah hukum angkasa luar internasional. Dalam kasus insiden internasional, negara yang mengadakan peluncuran objek atau negara tempat objek diluncurkan bertanggung jawab atas kerusakan yang ditimbulkan objek tersebut.
Sebagai contoh, Uni Soviet pernah membayar kompensasi kepada Kanada hingga jutaan dolar ketika satelitnya terbakar di atas Kanada.
NASA memiliki waktu enam bulan untuk menanggapi klaim ini.
Tuntutan tersebut mencakup kerugian kerusakan properti yang tidak diasuransikan, kerugian gangguan bisnis, kerugian penderitaan emosional dan mental, serta biaya untuk bantuan dari pihak ketiga.