Muncul Dugaan Sinyal Eror Sebelum Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, KAI Beri Penjelasan
Selain itu, Bobby menegaskan pihaknya tidak membedakan gender dalam pembagian urutan gerbong.
Dugaan adanya sinyal eror sebelum kecelakaan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur ramai diperbincangkan di media sosial. Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama (Dirut) PT KAI Bobby Rasyidin mengatakan pihaknya menunggu hasil investigasi Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
"Kita mendukung penuh investigasi yang sedang dan akan dilakukan oleh KNKT. Dan tentunya kita juga akan mematuhi dan akan mengikuti semua rekomendasi yang akan dilakukan oleh KNKT. Untuk sementara itu yang bisa saya jawab," kata Bobby di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4).
Selain itu, Bobby menegaskan pihaknya tidak membedakan gender dalam pembagian urutan gerbong. Ia menegaskan keselamatan penumpang adalah utama tanpa memandang jenis kelamin penumpang.
"Kami tidak membedakan gender laki dan perempuan. Bagi kami PT Kereta Api Indonesia, keselamatan adalah nomor satu. Tidak ada toleransi, tidak ada kompromi. Baik pelanggan atau pengguna jasa perempuan, maupun pengguna jasa dari laki-laki. Tentang penempatan laki dan perempuan, itu hanya untuk kenyamanan atau kemudahan saja," kata Bobby.
Alasan Penempatan Gerbong Perempuan di Depan dan Belakang
Bobby menyebutkan alasan penempatan gerbong perempuan berada di depan dan belakangan yakni demi kenyamanan dan kemudahan akses.
"Jadi selama ini, kami mengutamakan perempuan untuk tingkat kenyamanan dan kemudahan akses dan tentunya keamanan di dalam kereta juga," kata dia.
Aspek yang lain pemisahan gerbong adalah mencegah pelecehan atau kekerasan seksual pada perempuan. "Aspek pertama adalah supaya tidak terjadi yang namanya harassment. Yang kedua adalah memberikan kemudahan-kemudahan akses untuk para perempuan atau para wanita juga."