Lempengan Tektonik Kuno Berusia 120 Juta Tahun Ditemukan di Kalimantan
Ahli geologi menemukan lempeng tektonik Pontus berusia 120 juta tahun di Kalimantan, membuka misteri sejarah Bumi yang hilang.
Sisa-sisa kuno bagian bumi yang telah lama hilang ditemukan di Kalimantan. Penemuan lempeng Bumi yang diyakini berusia 120 juta tahun.
Mengutip Indy100, Senin (23/9), harus diakui penemuan baru tentang planet ini terus dilakukan oleh para ahli, mulai dari penemuan benua yang telah hilang selama ratusan tahun hingga penemuan lautan luas yang tersembunyi di bawah kerak bumi. Lempeng tektonik yang ditemukan di Kalimantan itu dinamakan Pontus.
Prediksi keberadaan kerak Bumi ini muncul ketika Suzanna van de Lagemaat, ahli geologi lulusan Universitas Utrecht di Belanda, dan supervisornya, Douwe van Hinsbergen, menganalisis data geologi dari pegunungan di kawasan Asia-Pasifik.
Mereka mendapati bahwa formasi batuan di Kalimantan Utara menunjukkan tanda-tanda jelas dari lempeng Pontus. Pontus, yang sebelumnya berada di bawah lautan luas yang memisahkan Eurasia dan Australia, diyakini telah ditelan oleh lempeng-lempeng lain seiring pergerakan benua.
Van de Lagemaat menggunakan data ini untuk merekonstruksi gerakan lempeng tektonik sejak zaman dinosaurus hingga hari ini.
“Kami pikir kami sedang berhadapan dengan peninggalan lempeng yang hilang yang sudah kami ketahui. Tetapi penelitian laboratorium magnetik kami pada batuan tersebut menunjukkan bahwa temuan kami berasal dari jauh di utara, dan pasti merupakan sisa-sisa dari lempeng lain yang sebelumnya tidak diketahui,” jelas dia.
Para peneliti memperkirakan bahwa lempeng Pontus, yang merupakan bagian dari kerak bumi sebelum pecahnya benua super Pangaea, berukuran sekitar seperempat dari luas Samudra Pasifik, berdasarkan rekonstruksi 160 juta tahun yang lalu.Saat Pangaeo terpisah, diyakini lempeng tersebut ditelan oleh lempeng lain yang membawa negara-negara seperti Filipina dan Kalimantan ke lokasinya saat ini.
Penelitian Van de Lagemaat berfokus pada wilayah kompleks aktivitas lempeng tektonik yang dikenal sebagai Wilayah Persimpangan. Membentang antara Jepang, Kalimantan, Filipina, Papua Nugini, dan hingga ke Selandia Baru.Melalui penelitiannya, ia dapat menggunakan data tersebut untuk membuat klip yang merekonstruksi pergerakan lempeng tektonik yang terjadi sejak zaman dinosaurus hingga saat ini.