Kerak Bumi yang terdiri dari lempengan-lempengan yang selalu berubah bentuk di atas batuan panas dan cair di bola mantel dan saling menempel erat. Panas dari proses radioaktif di dalam interior planet yang menyebabkan lempengan-lempengan tersebut bergerak, terkadang saling mendekat dan terkadang saling menjauh.
Pergerakan inilah yang disebut pergeseran tektonik. Para ilmuwan mencoba menggambarkan ilustrasi video tersebut dalam durasi 1 menit. Video semenit itu menunjukkan pergerakan batas tekntonik dan lempengan bumi selama 1,8 miliar tahun terakhir (hanya 40 persen dari sejarahnya).
Mengutip IFLScience, Rabu (11/9), video yang disertakan dimulai pada abad ke-21 dengan semua benua saat ini seperti Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, Asia, Afrika, Australia, dan Antartika. Hanya dalam beberapa juta tahun, lempeng benua mulai membengkok dan saling menekan.
Sekitar 200 juta tahun yang lalu, muncul Pangaea, benua raksasa yang terkait dengan zaman dinosaurus yang terbentuk sekitar 335 juta tahun yang lalu. Berjalannya jutaan tahun, terciptanya benua-benua super lainnya dan terpecah akibat gempa tektonik.
Benua super Rodinia adalah salah satu yang terbentuk akibat terbelahnya benua super tua bernama Nuna sekitar 1,35 miliar tahun yang lalu. Periode geologi antara 1,8 miliar dan 0,8 miliar tahun lalu terkadang disebut “satu miliar tahun yang membosankan” karena beberapa model menunjukkan bahwa periode tersebut merupakan periode stabilitas tektonik relatif dengan sedikit pergerakan.
Sebenarnya, “Satu miliar tahun yang membosankan” adalah periode aktivitas geologis yang dinamis. Ilustrasi yang jelas juga dapat dilihat di Afrika, yang memiliki retakan besar yang membentang ke bawah sejauh ribuan kilometer melalui Ethiopia, Kenya, Republik Demokratik Kongo, Uganda, Rwanda, Burundi, Zambia, Tanzania, Malawi, dan Mozambik.
Retakan semakin besar dalam 5 hingga 10 juta tahun yang menyebabkan sebagian Afrika Timur terpisah dari bagian benua lainnya, yang memungkinkan munculnya samudra baru di antara kedua daratan. Meski terlihat sudah cukup ekstrem, semua perubahan yang lebih ekstrem akan dilihat di masa depan.
Pemodelan pergerakan tektonik menunjukkan bahwa planet kita akan melahirkan benua super yang baru dengan jangka waktu 200 juta tahun dari sekarang, akan tetapi hal tersebut dapat terjadi dengan cara yang berbeda-beda.
Disebutkan dua ide untuk pembentukan benua, ‘Amasia’ yang di mana semua benua kecuali Antartika berkumpul di sekitar Kutub Utara dan ‘Aurica’ yang di mana daratan berkumpul di garis khatulistiwa. Perubahan tidak akan bisa dihindari, dunia yang berbeda akan disaksikan di depan kita tapi tidak akan ada yang tahu bagaimana bentuknya.
Advertisement