Asal Tahu Saja, Cekungan Samudra Pasifik Muat Menampung Seluruh Daratan Bumi
Ini berdasarkan hasil kajian dan riset dari Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (NOAA).
Samudra Pasifik masih menjadi cekungan air terbesar di dunia. Ia mencakup lebih dari 30 persen permukaan planet dan menyimpan lebih dari separuh air bebas di Bumi. Dengan luas sekitar 163 juta kilometer persegi itu, ukuran samudra ini bahkan lima kali lebih besar dari diameter bulan.
Menurut Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (NOAA), seluruh daratan di Bumi bisa muat dalam cekungan Pasifik. Pasifik juga merupakan samudra terdalam, dengan titik terendahnya—Challenger Deep di Palung Mariana—mencapai kedalaman lebih dari 11.000 meter. Namun, keberadaannya ini bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari proses geologi yang berlangsung selama ratusan juta tahun.
Sejarah Samudra Pasifik bermula dari Panthalassa, sebuah superocean purba yang mengelilingi superbenua Pangaea sekitar 250 juta tahun lalu. Ketika Pangaea mulai terpecah akibat pergerakan lempeng tektonik, bagian-bagian daratan bergerak menjauh satu sama lain, membentuk samudra-samudra baru seperti Atlantik. Sementara itu, sisa dari Panthalassa perlahan menyusut dan berubah menjadi Samudra Pasifik modern.
"Panthalassa adalah cikal bakal Pasifik," kata Susanne Neuer, Direktur School of Ocean Futures di Arizona State University dikutip LiveScience, Rabu (18/6).
Ia menjelaskan bahwa perubahan ini terjadi seiring benua-benua memisah, dan Pasifik tetap menjadi sisa superocean yang belum tertutup daratan.
Adriane Lam, ahli geosains dari Universitas Binghamton di New York, menambahkan bahwa pembentukan Samudra Atlantik memicu penyusutan Panthalassa melalui proses subduksi, di mana lempeng samudra terdorong masuk ke bawah lempeng benua. Proses ini membentuk lingkaran aktivitas seismik dan vulkanik yang kini dikenal sebagai Cincin Api Pasifik.
Menurut studi 2016 dalam jurnal Science Advances, Lempeng Pasifik mulai terbentuk sekitar 200 juta tahun lalu, di pertemuan tiga lempeng purba: Farallon, Phoenix, dan Izanagi. Ketiganya kemudian tersubduksi atau tergantikan, menyisakan Lempeng Pasifik sebagai lempeng dominan di dasar samudra saat ini.
"Izanagi tertarik ke bawah Asia, Farallon tersubduksi di bawah Amerika Utara, dan Phoenix tinggal fragmen kecil di sekitar Semenanjung Antarktika," kata Lam. Ia menyebut Pasifik sebagai "cekungan laut paling luar biasa yang pernah ada" karena sejarahnya yang panjang dan kerumitan proses tektoniknya.
Meskipun Pasifik masih mendominasi, samudra ini perlahan mulai menyusut. Sebaliknya, Samudra Atlantik terus melebar meski ukurannya saat ini masih lebih kecil. Model pemetaan geologi terbaru memprediksi bahwa sekitar 20 juta tahun dari sekarang, Atlantik akan mulai mengalami fase penyusutan, menandai babak baru dalam siklus superkontinen Bumi.
Dengan jejak sejarah yang terbentang lebih dari 200 juta tahun, Samudra Pasifik bukan hanya bentang air luas, tetapi juga arsip alam yang mencatat pergerakan lempeng, perubahan bentuk benua, hingga aktivitas vulkanik yang terus berlangsung hingga kini.