Ilmuwan Temukan Jalan Setapak di Dasar Samudra Pasifik
Tim ilmuwan menemukan formasi geologi unik di dasar Samudra Pasifik yang menyerupai jalan bata pavling.
Tim eksplorasi laut dalam menemukan formasi geologi menakjubkan di dasar Samudra Pasifik yang menyerupai “jalan bata kuning” membentang di dasar laut.
Penemuan ini dilakukan oleh para peneliti di atas kapal eksplorasi E/V Nautilus, yang dioperasikan oleh Ocean Exploration Trust, saat melakukan survei di Liliʻuokalani Ridge, kawasan Papahānaumokuākea Marine National Monument (PMNM).
Mengutip IndianDefenceReview, Rabu (12/3), dalam ekspedisi yang berlangsung pada 2022 dan didokumentasikan dalam jurnal Oceanography (34:1, 2022), tim ilmuwan menemukan formasi batu vulkanik yang pecah membentuk pola hampir sempurna seperti jalan buatan manusia. Temuan ini sempat memicu kehebohan di antara para peneliti yang berseru, “Ini jalan menuju Atlantis!”
Namun, setelah dilakukan analisis geologi lebih lanjut, formasi tersebut bukanlah hasil peradaban kuno, melainkan akibat proses alami letusan gunung berapi selama jutaan tahun.
Proses Geologi di Balik 'Jalan Bata Kuning'
Sekilas, formasi di dasar laut ini tampak seperti jalan yang dibuat manusia dengan tepi lurus dan retakan seragam. Namun, penelitian lebih dalam mengungkap bahwa pola tersebut terbentuk akibat berbagai letusan gunung berapi yang terjadi selama ribuan hingga jutaan tahun.
Batu vulkanik yang ditemukan kemungkinan besar adalah hyaloclastite, jenis batuan yang terbentuk ketika lava panas bersentuhan dengan air, menyebabkan pecahan batu dengan bentuk khas.
Proses pemanasan dan pendinginan ekstrem secara berulang menciptakan retakan termal yang membentuk pola seperti bata. Fenomena ini dikenal sebagai columnar jointing, yang juga terlihat pada formasi geologi terkenal seperti Giant’s Causeway di Irlandia Utara dan Devils Postpile di California, AS.
Menurut para ilmuwan, retakan 90 derajat pada batuan ini merupakan akibat dari siklus pemanasan dan pendinginan akibat aliran lava berturut-turut.
Temuan ini memberikan wawasan lebih dalam tentang bagaimana geologi dasar laut berkembang dan proses-proses dinamis yang membentuk kerak bumi di bawah laut.
Ekspedisi Liliʻuokalani Ridge: Mengungkap Misteri Dasar Laut
Ekspedisi E/V Nautilus merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memetakan dan menjelajahi wilayah Samudra Pasifik yang belum terjamah. Liliʻuokalani Ridge, yang berada dalam kawasan PMNM, adalah salah satu area laut dalam yang paling sedikit dieksplorasi di dunia.
PMNM sendiri merupakan kawasan konservasi laut terbesar di dunia, mencakup area seluas 582.578 mil persegi, lebih besar dari gabungan seluruh taman nasional di Amerika Serikat. Meski luas, kurang dari 3% dasar laut di wilayah ini telah dipetakan, membuat penemuan seperti "jalan bata kuning" menjadi bukti betapa banyak hal yang masih belum diketahui tentang ekosistem dan geologi laut dalam.
Dipimpin oleh ilmuwan Christopher Kelley dan Emil Petruncio, ekspedisi ini menggunakan teknologi sonar canggih dan kendaraan kendali jarak jauh (ROV) untuk mengungkap struktur geologi tersembunyi. Penelitian ini membantu ilmuwan memahami bagaimana rantai gunung berapi bawah laut dan punggungan terbentuk selama jutaan tahun.
Signifikansi Ilmiah dari Temuan Ini
Selain tampilannya yang unik, formasi “jalan bata kuning” ini memiliki nilai ilmiah yang tinggi. Struktur batuan ini menjadi laboratorium alami untuk mempelajari aktivitas vulkanik dan proses tektonik di lautan dalam.
Salah satu temuan utama dari penelitian ini adalah bagaimana endapan hyaloclastite berperan dalam membentuk lanskap bawah laut. Endapan ini dapat menjebak gas dan panas, mempengaruhi sistem hidrotermal laut dalam, serta mendukung ekosistem yang bergantung pada ventilasi mineral.
Selain itu, pemahaman tentang bagaimana lava mendingin dan pecah di bawah laut dapat memberikan wawasan tentang pembentukan fitur-fitur dasar laut lainnya, termasuk punggungan bawah laut, busur vulkanik, dan bahkan kerak samudra. Data dari ekspedisi ini akan membantu menyempurnakan model geologi dan meningkatkan pemahaman tentang sejarah geologi Bumi.