Isaac Newton, Ilmuwan Cerdas Kesayangan Kerajaan tapi Malas Berbagi Ilmu
Di balik kecerdasan Isaac Newton, ternyata ia malas membagi ilmunya. Ini buktinya.
Di balik kecerdasan Isaac Newton, ternyata ia malas membagi ilmunya. Ini buktinya.
Isaac Newton, Ilmuwan Cerdas Kesayangan Kerajaan tapi Malas Berbagi Ilmu
Ada sifat jelek yang membuat Isaac Newton tidak disukai oleh banyak orang. Terutama dalam berbagi ilmu.
Padahal ia adalah seorang profesor di Universitas Cambridge, Inggris. Gelar paling tinggi dalam akademik.
Ditambah lagi Newton adalah seorang fisikawan hebat yang salah satunya karyanya yakni buku Principia.
Sebuah karya yang dianggap tidak tertandingi dalam konsep tulisan ilmiah. Penemuan terbesarnya itu mengubah dunia ilmu pengetahuan: hukum gravitasi universal beserta tiga hukum gerakannya.
Karena kecerdasanannya itu, pada 1703 dia dipilih menjadi presiden dari Royal Society, organisasi ilmiah terkemuka di Inggris.
Bahkan ia diperlakukan khusus oleh kerajaan Inggris.
Perlakuan khusus kerajaan kepadanya tidak hanya saat semasa hidupnya.
Pada waktu Newton meninggal pun, Kerajaan masih memberikan keistimewaan dengan dimakamkan layaknya seorang raja.
Ilmuwan yang Malas Mengajar
Meski menjabat selama 30 tahun sebagai profesor di Universitas Cambridge, Inggris, ia bukanlah sosok dosen yang baik.
Mengutip History, Jumat (6/10), diketahui setiap perkuliahannya jarang dihadiri mahasiswa.
Sering kali, tidak ada satu pun mahasiswa yang hadir dalam perkuliahan Newton karena perhatian Newton tidak terpusat kepada mereka.
Terlebih, Newton dikenal sebagai sosok yang tegas dan otoriter, terutama terhadap orang-orang yang memiliki pendapat berbeda dengannya.