Surat Sakti Tulisan Tangan Isaac Newton saat Borong Saham Perusahaan, Begini Isinya

Isaac Newton memerintahkan seseorang untuk mengurus keinginannya memborong saham perusahaan yang saat itu sedang naik daun.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Surat Sakti Tulisan Tangan Isaac Newton saat Borong Saham Perusahaan, Begini Isinya
Surat Sakti Isaac Newton saat Borong Saham Perusahaan, Begini Isinya (New York Public Library/Colase)

Isaac Newton diakui sebagai salah satu ilmuwan paling jenius sepanjang sejarah. Namun, kepintarannya dalam sains tidak menjamin kesuksesannya di semua bidang, termasuk investasi.

Salah satu bukti kegagalannya dalam dunia investasi terjadi saat ia terlibat dalam perdagangan saham South Sea Company.

Dilansir dari Business Insider, Smithsonian Magazine, dan Benzinga, Selasa (4/2), kisah ini juga diceritakan dalam buku klasik karya Benjamin Graham, The Intelligent Investor.

Dalam buku tersebut, Jason Zweig dari Wall Street Journal menyoroti pengalaman Newton saat berinvestasi di South Sea Company, perusahaan yang saat itu menjadi primadona di pasar saham Inggris.

Pada awal 1720, Newton memiliki sejumlah saham di South Sea Company. Ia menjualnya ketika harga naik, menghasilkan keuntungan 100 persen atau sekitar £7.000.

Namun, melihat euforia pasar yang terus meningkat, ia kembali tergoda untuk membeli saham perusahaan tersebut dalam jumlah yang lebih besar.

Isi Surat Sakti

Setelah mendapatkan keuntungan dari keuntungan awal, ia kembali memasuki persaingan di puncak gelembung saham. Sebuah surat sakti yang ditulis tangan oleh Isaac Newton meminta dilakukan pembayaran untuk membeli lagi saham South Sea Company. 

Mengutip New York Public Library, Selasa (4/2), dokumen ini adalah instruksi yang diberikan kepada John Grigsby, seorang akuntan di South Sea Company, untuk membayarkan bunga saham kepada seorang agen keuangan bernama John Francis Fauquier.

Berikut tulisannya:

Pray pay to Dr. John Francis Fauquier the three per cent Dividend on my twelve thousand pounds South Sea stock due at Christmas last, and his Receipt shall be a sufficient discharge fromTo Mr. Grigsby Accomptant General to the South Sea Comp.

7th March 1719

Isaac Newton

(Mohon bayarkan kepada Dr. John Francis Fauquier dividen sebesar tiga persen dari saham South Sea saya senilai dua belas ribu pound yang jatuh tempo pada Natal yang lalu, dan tanda terimanya akan menjadi bukti yang cukup untuk pelepasan kewajiban ini.

Kepada Tuan Grigsby, Akuntan Umum South Sea Company.

7 Maret 1719

Isaac Newton)

Singkat cerita setelah ia membeli saham dengan harga lebih tinggi, kehancuran pun datang. Saat gelembung ekonomi pecah, nilai sahamnya anjlok, menyebabkan kerugian sebesar £20.000.

Kegagalan ini begitu menyakitkan baginya hingga ia melarang siapa pun menyebut kata "South Sea" di hadapannya.

Newton memang bukan orang biasa—ia adalah pencipta kalkulus dan perumus tiga hukum gerak. Namun, pengalamannya dalam investasi membuktikan bahwa kecerdasan akademik tidak selalu sejalan dengan kecerdasan finansial.

Ia gagal mengendalikan emosinya dan terbawa oleh euforia pasar, sebuah kesalahan klasik dalam dunia investasi. Setelah mengalami kerugian besar, Newton konon pernah berkata,

"Saya bisa menghitung pergerakan bintang, tetapi saya tidak bisa menghitung kegilaan manusia."

Rekomendasi