Lahir di Dua Tanggal Berbeda, Ini Fakta Unik Isaac Newton
Isaac Newton tercatat lahir pada 25 Desember 1642 menurut kalender Julian. Jika dikonversi ke kalender Gregorian, tanggal kelahirannya menjadi 4 Januari 1643.
Isaac Newton lahir di Inggris pada 25 Desember 1642 menurut catatan kalender yang digunakan saat itu. Ia dilaporkan lahir tiga bulan lebih awal dari perkiraan dan memiliki ukuran tubuh yang sangat kecil saat bayi.
Dalam catatan biografi, kondisi fisik Newton ketika lahir digambarkan sangat rentan hingga disebut bisa muat dalam sebuah wadah kecil berukuran quart.
Meski demikian, ia berhasil tumbuh dan kemudian dikenal sebagai tokoh penting dalam sejarah ilmu pengetahuan melalui hukum gerak, gravitasi universal, serta pengembangan optik dan kalkulus.
Kelahiran Newton berlangsung saat Inggris berada dalam situasi genting akibat Perang Saudara Inggris, yang melibatkan pertentangan antara kelompok pendukung kerajaan dan parlemen.
Konflik tersebut dipengaruhi ketegangan politik dan perbedaan pandangan agama yang meluas di negeri itu.
Perbedaan Kalender Julian dan Gregorian Jadi Penyebab
Mengutip laporan dari IFLScience, Rabu (10/12), perbedaan dua tanggal lahir Newton terjadi karena Inggris masih menggunakan kalender Julian saat ia dilahirkan. Kalender tersebut memiliki selisih perhitungan sekitar 11 menit per tahun dibandingkan siklus matahari.
Perbedaan kecil ini menyebabkan pergeseran tanggal yang terus bertambah selama ratusan tahun. Untuk memperbaiki ketidaktepatan tersebut, Paus Gregorius XIII memperkenalkan kalender Gregorian pada 1582 yang digunakan secara luas hingga sekarang.
Sebagian besar negara Eropa langsung mengadopsi kalender baru itu. Namun, Inggris baru beralih ke kalender Gregorian pada 1752, hampir dua abad kemudian.
Akibat konversi sistem kalender tersebut, tanggal 25 Desember 1642 dalam kalender Julian setara dengan 4 Januari 1643 dalam kalender Gregorian. Inilah yang membuat Newton tercatat memiliki dua tanggal lahir secara historis.
Reporter magang: Mochamad Aidil Akbar