Surat Isaac Newton Ungkap Hitung-hitungan Kapan "Kiamat" Datang
Surat Isaac Newton memprediksi akhir dunia pada 2060, berdasarkan kitab suci, namun dianggap sebagai awal era baru, bukan kiamat.
Sir Isaac Newton, ilmuwan yang dikenal karena hukum gravitasi, ternyata juga seorang teolog yang mendalami kitab suci. Surat-suratnya yang ditemukan pada 1704 mengungkap perhitungan misterius tentang masa depan peradaban, memicu spekulasi bahwa dunia seperti yang kita kenal bisa berakhir pada 2060.
Mengutip IFLScience, Sabtu (15/2), dalam surat tersebut, Newton menulis bahwa periode 1260 hari dalam kitab Daniel dan Wahyu sebenarnya mewakili tahun, bukan hari.
Ia menghitung bahwa jika dimulai dari penaklukan tiga raja pada tahun 800 Masehi, maka periode itu akan berakhir pada 2060. Namun, ia juga menegaskan bahwa akhir tersebut bisa terjadi lebih lambat, tetapi tidak lebih cepat.
Newton menggunakan angka 1260, 1290, dan 2300 dari kitab suci sebagai penanda momen penting dalam apokalips.
Bukan Menakut-nakuti
Namun, prediksi ini bukan untuk menakut-nakuti. Newton justru ingin mengkritik ramalan kiamat sembarangan yang seringkali meleset dan merusak kredibilitas nubuatan suci.
Meski terdengar menakutkan, Profesor Stephen Snobelen dari University of King's College menegaskan bahwa bagi Newton, 2060 bukanlah akhir segalanya, melainkan awal era baru.
Era ini dikenal sebagai Zaman Mesianik dalam tradisi Yahudi atau Kerajaan Tuhan dalam kepercayaan Kristen premilenarian.Newton sendiri menulis bahwa waktu akhir hanyalah milik Tuhan dan tidak bisa diprediksi manusia.
Surat-surat ini memperlihatkan sisi lain Newton sebagai pemikir spiritual yang mendalami naskah kuno, di samping kejeniusannya di bidang sains.
Prediksi Newton, meski menghebohkan, mengingatkan kita bahwa peradaban selalu berevolusi. Tahun 2060 mungkin bukan akhir dunia, melainkan babak baru dalam sejarah umat manusia.