Ilmuwan Khawatirkan Mencairnya Gletser 'Kiamat', Ada Ancaman Bahaya Bagi Bumi
Keberadaan gletser ini sangat krusial bagi stabilitas permukaan laut global.
Gletser Thwaites, yang sering dijuluki sebagai 'Gletser Kiamat', merupakan salah satu gletser terbesar di Antartika Barat. Dengan luas sekitar 192.000 kilometer persegi, gletser ini hampir sebanding dengan negara bagian Florida di Amerika Serikat atau 1,5 kali luas Pulau Jawa.
Keberadaan Gletser Thwaites sangat krusial bagi stabilitas permukaan laut global, dan potensi pencairannya yang signifikan menjadi perhatian utama para ilmuwan.
Julukan 'Gletser Kiamat' diberikan bukan tanpa alasan. Pencairan gletser ini diperkirakan dapat menyebabkan kenaikan permukaan laut global hingga 3,3 meter jika gletser tersebut runtuh sepenuhnya. Kenaikan ini akan berdampak katastrofik bagi daerah pesisir di seluruh dunia, mengakibatkan banjir besar dan perpindahan penduduk dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Gletser Thwaites pertama kali diidentifikasi pada tahun 1947 oleh Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) selama Operasi High Jump, sebuah misi pemetaan udara di Antartika. Nama 'Thwaites' diberikan untuk menghormati Fredrik T. Thwaites, seorang ahli geologi glasial yang berkontribusi dalam penelitian gletser. Lokasi gletser ini terletak di Teluk Pulau Pinus, bagian dari Laut Amundsen.
Berisiko Runtuh
Gletser Thwaites sangat tidak stabil dan mencair dengan kecepatan yang mengkhawatirkan. Proses pencairan ini dipercepat oleh air laut yang lebih hangat dari yang diperkirakan sebelumnya, yang menembus lapisan es hingga kedalaman yang signifikan.
Arus pasang surut yang hangat ini menyebabkan pencairan yang kuat di dasar gletser, memperburuk kondisi stabilitasnya. Menariknya, Gletser Thwaites berfungsi sebagai 'gabus' yang menahan lapisan es Antartika Barat.
Jika gletser ini runtuh, lapisan es tersebut juga berisiko runtuh, yang akan menyebabkan kenaikan permukaan laut yang jauh lebih besar. Oleh karena itu, pemantauan dan penelitian terhadap gletser ini menjadi sangat penting untuk memahami dampak potensialnya terhadap lingkungan dan masyarakat.
Gletser Thwaites menjadi subjek penelitian intensif oleh para ilmuwan internasional. Penelitian ini melibatkan penggunaan teknologi canggih, termasuk kapal selam otonom, untuk mempelajari kondisi di bawah lapisan es dan memahami proses pencairan. Dengan data yang diperoleh, para ilmuwan berharap dapat memprediksi perubahan yang akan terjadi di masa depan.
Dampak pencairan Gletser Thwaites memiliki implikasi global yang serius. Kenaikan permukaan laut yang signifikan akan mengancam kehidupan jutaan orang yang tinggal di daerah pesisir, menyebabkan kerusakan infrastruktur, dan mengganggu ekosistem pesisir. Perubahan iklim merupakan faktor utama yang mempercepat pencairan gletser ini, dan upaya mitigasi perubahan iklim sangat penting untuk mengurangi risiko runtuhnya gletser ini.