Bocah SMA ini Punya Dendam dengan Teori Isaac Newton
Seorang siswa SMA mengklaim Newton mencuri idenya setelah menemukan metode kalkulus. Namun, konsep ini sudah ada sejak abad ke-17.
Seorang siswa SMA baru-baru ini mengklaim bahwa Isaac Newton mencuri idenya setelah ia tanpa sengaja menemukan konsep kalkulus.
Dalam unggahan di Reddit, siswa ini menjelaskan bahwa ia mengembangkan metode untuk menghitung area di bawah grafik tanpa menyadari bahwa itu adalah bagian dari kalkulus integral yang ditemukan Newton berabad-abad lalu.
"Aku mengerjakan metode ini sendiri untuk memahami jaringan saraf buatan," tulisnya dikutip dari IFLScience, Jumat (14/3). "Baru beberapa minggu lalu aku belajar tentang kalkulus di sekolah, dan ternyata Newton sudah menemukannya duluan. Aku benci dia!"
Namun, temuan kembali konsep matematika yang sudah ada bukanlah hal baru. Bahkan, seorang peneliti pernah menerbitkan makalah akademik dengan metode yang sudah dikenal selama ratusan tahun.
Kasus "Penemuan Ulang" dalam Dunia Akademik
Pada tahun 1994, sebuah makalah di Diabetes Care memperkenalkan "Tai’s Model", sebuah metode untuk menghitung luas di bawah kurva dengan menggunakan segmen geometris seperti persegi, persegi panjang, dan segitiga.
Namun, para matematikawan dengan cepat mengkritik publikasi tersebut. Mereka menjelaskan bahwa metode ini tidak baru dan sebenarnya merupakan aturan trapesium, yang sudah dikenal sejak abad ke-17 oleh Newton.
Seorang akademisi bahkan menulis dalam tanggapan jurnal, "Saya tidak melihat perlunya memberi nama baru pada metode yang telah digunakan dalam kalkulus selama bertahun-tahun."
Jawaban Tai atas Kritikan
Mary M. Tai, penulis makalah tersebut, membela dirinya dengan menyatakan bahwa ia menemukan metode itu secara mandiri, tanpa mengetahui bahwa itu adalah aturan trapesium.
"Konsep ini murni berdasarkan logika, dan saya tidak perlu merujuk aturan trapesium untuk menyusunnya," kata Tai dalam tanggapannya. "Saya hanya mempublikasikannya karena kolega saya sudah menggunakan metode ini dan menyebutnya ‘Tai’s Formula’."
Meski banyak kritik, makalah Tai tetap mendapat lebih dari 500 kutipan akademik—meskipun sebagian besar mungkin hanya sebagai lelucon di kalangan ilmuwan.